Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kisruh Golkar: DPR Minta Menkumham Tak Seret Jokowi

Pimpinan DPR meminta Menkumham Yasonna H Laoly untuk tidak menyeret Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pusaran konflik Partai Golkar yang menjadi kewenangannya.
Ashari Purwo Adi N
Ashari Purwo Adi N - Bisnis.com 18 Maret 2015  |  15:48 WIB
Menkumham Yasonna Laoly - Antara
Menkumham Yasonna Laoly - Antara

Kabar24.com, JAKARTA—Pimpinan DPR meminta Menkumham Yasonna H Laoly untuk tidak menyeret Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pusaran konflik Partai Golkar yang menjadi kewenangannya.

Fahri Hamzah, Wakil Ketua DPR, mengatakan Yasonna tidak perlu meminta Jokowi untuk mengeluarkan peraturan presiden hanya untuk menyelesaikan konflik Golkar. Konflik partai itu secara UU Parpol, murni kewenangan Yasonna sebagai menkumham.

“Jadi untuk apa Yasonna bawa-bawa Jokowi? Apa dia mau menyeret Jokowi dalam konflik Golkar yang seharusnya menjadi tanggungjawabnya,” katanya di Kompleks Gedung Parlemen, Rabu (18/3).

Untuk itu, DPR mengimbau Jokowi agar tidak mengabulkan permintaan Yasonna untuk mengeluarkan perpres itu.

“Ini bahaya, jika Jokowi sampai mengeluarkan perpres. Bisa-bisa Jokowi ikut digugat Golkar kubu Aburizal Bakrie [Ical] seperti Yasonna,” ujar Fahri.

Sebelumnya, Yusril Ihza Mahendra, Kuasa Hukum Golkar kubu Ical menyayangkan jika Jokowi memutuskan islah Golkar dengan menggunakan kekuatan perpres. Hal  itu diungkap Yusril dalam akun twitternya @yusrilihza_mhd.

UU Parpol, jelasnya, mengatur bahwa untuk mendaftarkan pengurus parpol dilakukan ke Kemenhumkam bukan ke Presiden.

Yusril menganggap, mustahil Presiden akan menerbitkan Perpres dalam mengesahkan pendaftaran pengurus parpol karena perpres berisi norma yang bersifat mengatur.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

menkumham kisruh Golkar
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top