Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SETAHUN MH370 HILANG: Terungkap Alat Pemandu Sinyal Pesawat Kedaluwarsa

Alat pemandu sinyal bawah air milik pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang setahun lalu ternyata sudah kadaluwarsa pada Desember 2012, menurut sebuah laporan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 09 Maret 2015  |  08:06 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Alat pemandu sinyal bawah air milik pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang setahun lalu ternyata sudah kadaluwarsa pada Desember 2012.

Pesawat tersebut juga dilaporkan membawa baterai jenis lithium seberat 221 kilogram yang tidak menjalani pemeriksaan keamanan secara normal, menurut sebuah laporan  sebagaimana dikutip Bloomberg, Senin (9/3/2015).

Laporan setebal 584 halaman tersebut dikeluarkan oleh  tim penyelidik dari China, Australia dan sejumlah negara lainnya yang dipimpin oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).

Laporan itu dikeluarkan di tengah peringatan setahun kecelakaan pesawat yang menewaskan 239 penumpang dan awak pesawat kemarin di Kuala Lumpur.

Namun laporan itu tidak secara detil menjelaskan penyebab kecelakaan setelah pesawat berubah arah kurang dari satu jam saat terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Pesawat itu kehilangan kontak dengan radar di bandara terdekat, hingga sekarang masih belum ditemukan.

“Pada saat peringatan satu tahun tragedi MH370, ingatan saya kembali tertuju pada keluarga dan mereka yang berada di pesawat tersebut” ujar Menteri Transportasi Malaysia Liow Tiong Lai dalam satu pernyataannya.

Menurutnya, Malaysia bersama komunitas internasional akan terus menjaga solidaritas persaudaraan dalam menghadapi cobaan tersebut.

Pemerintah Malaysia 29 Januari lalu mendeklarasikan secara resmi bahwa pesawat tersebut hilang dan seluruh penumpang yang berada di pesawat telah meninggal dunia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines MH370

Sumber : Bloomberg

Editor : Yusran Yunus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top