Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Philips Bidik Pasar Penerangan Jalan

PT Philips Indonesia tengah membidik pasar pemerintahan untuk menawarkan produk pada lini bisnis teknologi lighting atau program penerangan jalan City touch.
Peni Widarti
Peni Widarti - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  17:13 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Kabar24.com, SURABAYA - PT Philips Indonesia tengah membidik pasar pemerintahan untuk menawarkan produk pada lini bisnis teknologi lighting atau program penerangan jalan City touch.

Presiden Direktur Philips Suryo Suwignjo mengatakan program city touch tersebut sudah digunakan di Jakarta dan Solo.

Tahun ini, Philips mulai memperkenalkan City touch kepada beberapa kota-kota besar di Indonesia, di antaranya Surabaya, Bandung, Semarang, Medan dan Makassar.

"Target kami untuk City Touch ini adalah menjadi program nasional dari pemerintah untuk melakukan penghematan energi, tetapi menurut pemerintah pusat program itu lebih tepat menyasar langsung pada Pemda-Pemda, makanya kami mulai tawarkan kepada pemkot-pemkot," katanya di sela Media Briefing, di Surabaya, Jumat (30/1/2015).

Adapun program City Touch tersebut merupakan aplikasi penggunaan lampu-lampu Philips yang dipasang di jalan-jalan utama kota dan bisa dikontrol melalui smartphone GSM.

Melalui program tersebut, penggunaan daya listrik yang digunakan untuk lampu penentangan jalan bisa diketahui, bahkan bagian penerangan yang mati atau harus diganti perangkatnya bisa dimonitor tanpa harus melakukan pengecekan lokasi secara langsung.

"Selama ini, pemerintah tidak tahu seberapa banyak energi yang digunakan di fasilitas jalan tapi terus melakukan pembayaran listrik, termasuk penggunaan biaya memasang lampu jika ada yang mati, padahal itu uang rakyat yang dipakai untuk bayar," imbuh Suryo yang baru menjabat sebagai Presiden Direktur Philips itu.

Selain itu, program City Touch juga bisa untuk mengatur tingkat pencahayaan yang diinginkan, serta bisa dihidupkan atau dimatikan secara otomatis melalui perangkat smartphone tersebut.

Namun, untuk biaya investasi yang dibutuhkan dalam penerapan program tersebut, Suryo enggan memberi bocoran. Menurutnya, investasi program tersebut bergantung dari besar kecilnya kota tersebut dan menyesuaikan kebutuhan penerangan jalan yang diinginkan.

Bisnis lighting Philips di Indonesia selama ini berkontribusi paling besar dibandingkan di lini bisnis healtcare, dan consumer lifestyle.

Niken Suryo, Corporate Communication Philips, menambahkan produk-produk healtcare dan consumer lifestyle selama ini lebih dikenal di negara luar.

Di antaranya seperti produk perawatan kecantikan (hairdryer, pencukur bulu), dan home appliance (rice cooker, setrika) dan alat kesehatan yang rerata digunakan oleh rumah sakit kelas premium.

"Masyarakat perlu diedukasi bahwa Philips memiliki banyak inovasi produk yang menunjang kebutuhan," ujarnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lampu jalan philips indonesia
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top