Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

250.000 Anak Divaksin, Pemkot Padang Nyatakan Darurat Difteri

Pemerintah Kota Padang menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terhadap penyakit difteri setelah satu warga ditemukan positif mengidap dan 5 warga lainnya diduga mengidap penyakit tersebut.
Heri Faisal
Heri Faisal - Bisnis.com 30 Januari 2015  |  16:31 WIB
Vaksinasi. Pemkot Padang nyatakan darurat difteri - Antara
Vaksinasi. Pemkot Padang nyatakan darurat difteri - Antara


Kabar24.com, PADANG—Pemerintah Kota Padang menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) terhadap penyakit difteri setelah satu warga ditemukan positif mengidap dan 5 warga lainnya diduga mengidap penyakit tersebut.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan pemerintah setempat sudah menetapkan status KLB untuk penyakit tersebut.

“Begitu satu orang saja ditemukan mengidap difteri, hal itu sudah masuk kategori luar biasa,” katanya kepada Bisnis, Jumat (30/1/2014).

Menurutnya, Pemkot Padang sudah mengambil langkah strategis dengan melakukan vaksinasi terhadap anak usia dua bulan hingga 15 tahun untuk menghindari meluasnya penyebaran penyakit itu.

Mahyeldi menuturkan sudah memberikan instruksi kepada Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan setempat untuk mengambil langkah antisipasi. Karena sebagian besar dari sekitar 250.000 warga yang akan divaksinasi adalah pelajar SD dan SMP.

“Langkah antisipasi sudah dimulai dari sekarang, lewat sosialisasi dan vaksinasi kepada anak-anak usia 15 tahun ke bawah,” katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Padang Eka Lusti menyebutkan imunisasi massal akan dilakukan pada awal Februari atau Senin (2/2) mendatang.

Dia mengatakan pada awal tahun ini sebanyak 5 pasien yang diduga mengidap difteri telah dirawat di RSUP Dr M Djamil Padang. Tahun lalu, kasus serupa ditemukan di dua kecamatan yaitu Koto Tangah dan Kuranji dengan antisipasi berupa vaksinasi terhadap 26.000 anak-anak di daerah tersebut.

“Kami minta orang tua agar lebih kooperatif dengan memastikan anak-anaknya sudah divaksinasi,” katanya.

Difteri adalah penyakit infeksi akut pada saluran pernafasan bagian atas. Penyakit itu dominan menyerang anak-anak dengan ciri khusus terbentuknya lapisan khas selaput lendir pada saluran nafas, serta adanya kerusakan otot jantung dan syaraf.

Dia mengatakan penyakit itu disebabkan bakteri cornyebacterium diphteriae yang menular dengan cara kontak langsung, lewat batuk atau bersin.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

vaksin
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top