Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK vs POLRI, Jokowi Mendadak Kumpulkan Tokoh Senior

Presiden Joko Widodo mendadak memanggil sejumlah tokoh senior ke Komplek Istana Kepresidenan. Tampak datang Jimly Asshiddiqie, Oegroseno, Erry Riyana Hardjapamekas, Hikmahanto Juwana, dan Tumpak Hatorangan Pangabean.nn
Lili Sunardi
Lili Sunardi - Bisnis.com 25 Januari 2015  |  20:35 WIB
Presiden Joko Widodo.  - Antara
Presiden Joko Widodo. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mendadak memanggil sejumlah tokoh senior ke Komplek Istana Kepresidenan. Tampak datang Jimly Asshiddiqie, Oegroseno, Erry Riyana Hardjapamekas, Hikmahanto Juwana, dan Tumpak Hatorangan Pangabean.

Belum jelas maksud dan tujuan pemanggilan sejumlah tokoh senior tersebut, karena semuanya mengaku dipanggil secara mendadak oleh Presiden Joko Widodo.

"Saya belum tahu maksud dan tujuan pemanggilan kami. Ini saja sudah terlambat, karena memang mendadak," kata Jimly yang sekarang menjabat sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (25/1/2015).

Dalam kesempatan itu, Jimly juga mengatakan bisa saja pertemuan Presiden dengan beberapa tokoh senior tersebut terkait dengan kasus yang melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Apalagi beberapa tokoh yang dikumpulkan kali ini adalah mantan pimpinan kedua lembaga penegak hukum itu. "Mungkin saja [terkait kasus KPK dengan Polri], tetapi saya masuk dulu," ucapnya.

Sempat beredar informasi, ketiga tokoh tersebut dipanggil ke Istana untuk diminta masukannya oleh Presiden Jokowi terkait kisruh antara KPK dan Mabes Polri.

Kekisruhan politik yang terjadi belakangan ini berawal ketika Presiden Jokowi mengajukan nama Komjen Pol. Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR (9/1/2015) kepada DPR. Setelah itu, tiba-tiba KPK secara mengejutkan  menyatakan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus gratifikasi pada Selasa (13/1/2015).

Penetapan Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka ternyata tidak menyurutkan Presiden Jokowi mengajukan nama BG ke DPR yang akhirnya disetujui oleh sidang paripurna DPR sebagai Kapolri (15/1/2015).

Menyikapi ketetapan KPK yang menjadikan BG tersangka dan sidang paripurna DPR yang menyetujui BG sebagai Kapolri, Presiden Jokowi kemudian memberhentikan Jenderal Pol. Sutarman sebagai Kapolri dan menunjuk Wakapolri Badrodin Haiti untuk menjalankan tugas dan wewenang Kapolri.

Pada saat yang bersamaan, Presiden Jokowi mengumumkan menunda pengangkatan Komjen BG sebagai Kapolri karena masih menunggu proses hukum yang membelit calon kapolri itu.

Di tengah kisruh tersebut, secara mengejutkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap polisi dan ditahan sekitar 18 jam oleh penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri karena tuduhan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu di pengadilan.

Status tersangka terhadap BW ditetapkan atas kasus sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada tahun 2010.

Atas desakan berbagai elemen termasuk pimpinan KPK, Bambang Widjojanto akhirnya diberikan penangguhan penahanan dan dilepas Sabtu dini hari (24/1/2015).

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi KPK vs Polri
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top