Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KPK VS POLRI: Cieee, Ahmad Dhani Minta Slank Gelar Konser, Nyindir?

KPK VS POLRI: Cieee, Ahmad Dhani Minta Slank Gelar Konser, Nyindir?
Sutan Eries Adlin
Sutan Eries Adlin - Bisnis.com 25 Januari 2015  |  11:34 WIB
Slank - Antara
Slank - Antara

Kabar24.com, JAKARTA – Musisi Ahmad Dhani lewat akun Twitter-nya @AHMADDHANIPRAST meminta band papan atas Slank menggelar konser untuk mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Selama ini SLANK mendukung KPK...ayo SLANK bikin konser dukung KPK!!!” Begitu kicauan @AHMADDHANIPRAST, Minggu (25/1/2015).

Kicauan Ahmad Dhani terkesan menyindir Slank karena sebelumnya pentolan band Dewa itu justru menyindir KPK, Polri dan Presiden Joko Widodo.

Ahmad Dhani pada Pemilihan Presiden 2014 menjadi pendukung utama calon presiden Prabowo Subianto dan calon wakil presiden Hatta Rajasa, pesaing pasangan Jokowi dan Jusuf Kalla. Sementara Slank menjadi pendukung utama pasangan Jokowi dan cawapres Jusuf Kalla.

Berikut ini kicauan Ahmad Dhani di akun @AHMADDHANIPRAST tentang KPK, Polri dan Presiden Jokowi:

  • Kenapa @MuhaiminIskndr @Helmy_Faishal di kasi rapor merah KPK jokowi nurut ??? Yang ini gak nurut...Ngghatelno cuk
  • Masalah itu datang ketika presiden sok2an kasi nama ke KPK utk calon menteri...manis di depan...jaksa agung dan kapolri? melengos
  • Nabi dan Rosul aja bukan Malaikat...apalagi KPK dan Polri...ADP

Kekisruhan politik yang terjadi belakangan ini berawal ketika Presiden Jokowi mengajukan nama Komjen Pol. Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri ke DPR (9/1/2015) kepada DPR. Setelah itu, tiba-tiba KPK secara mengejutkan  menyatakan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus gratifikasi pada Selasa (13/1/2015).

Penetapan Budi Gunawan (BG) sebagai tersangka ternyata tidak menyurutkan Presiden Jokowi mengajukan nama BG ke DPR yang akhirnya disetujui oleh sidang paripurna DPR sebagai Kapolri (15/1/2015).

Menyikapi ketetapan KPK yang menjadikan BG tersangka dan sidang paripurna DPR yang menyetujui BG sebagai Kapolri, Presiden Jokowi kemudian memberhentikan Jenderal Pol. Sutarman sebagai Kapolri dan menunjuk Wakapolri Badrodin Haiti untuk menjalankan tugas dan wewenang Kapolri.

Pada saat yang bersamaan, Presiden Jokowi mengumumkan menunda pengangkatan Komjen BG sebagai Kapolri karena masih menunggu proses hukum yang membelit calon kapolri itu.

Di tengah kisruh tersebut, secara mengejutkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto ditangkap polisi dan ditahan sekitar 18 jam oleh penyidik Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri karena tuduhan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu di pengadilan.

Status tersangka terhadap BW ditetapkan atas kasus sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, pada tahun 2010.

Atas desakan berbagai elemen termasuk pimpinan KPK, Bambang Widjojanto akhirnya diberikan penangguhan penahanan dan dilepas Sabtu dini hari (24/1/2015). (Bisnis.com)

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpk
Editor : Sutan Eries Adlin

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top