Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CALON KAPOLRI TERSANGKA KPK: IPW Desak Jokowi Tetap Lantik Budi Gunawan, Kalau Tidak?

Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk segera melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri, kendati Budi Gunawan tengah berstatus sebagai tersangka oleh KPK terkait perkara gratifikasi dan kepemilikan sejumlah rekening mencurigakan.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 16 Januari 2015  |  13:29 WIB
Ketua Presidium IPW Neta S. Pane - bisnis.com
Ketua Presidium IPW Neta S. Pane - bisnis.com

Bisnis.com, Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Presiden Joko Widodo atau Jokowi untuk segera melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri, kendati Budi Gunawan tengah berstatus sebagai tersangka oleh KPK terkait perkara gratifikasi dan kepemilikan sejumlah rekening mencurigakan.

Menurut Ketua Presidium IPW, Neta S. Pane kalau Presiden Jokowi tetap tidak melantik Budi Gunawan sebagai kapolri, Presiden Jokowi dipastikan akan mendapatkan cibiran dari DPR karena dianggap melecehkan DPR.

"Jika tidak melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri, Presiden bisa diinterplasi DPR karena dianggap melecehkan DPR yang sudah menyetujui usulan Presiden tentang pemberhentian dan pengangkatan Kapolri baru," tutur Neta dalam siaran pers yang diterima, Jumat (16/1/2015).

Selain itu, IPW juga mengatakan bahwa status tersangka Komjen Pol Budi Gunawan terkait perkara gratifikasi dan kepemilikan rekening mencurigakan tersebut terkesan dipaksakan dan dinilai cacat hukum.

"Dalam kasus gratifikasi oleh KPK, KPK terlalu memaksakan kehendak dalam melakukan kriminalisasi dan rekayasa kasus. Sehingga Jokowi harus melindungi dan mendukung penuh Kapolri pilihannya," tukas Neta.‎

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jokowi dpr ipw komjen budi gunawan
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top