Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Abraham Samad Protes Jaksa Senior Ditarik Dari KPK

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad mengaku keberatan dengan ditariknya jaksa-jaksa senior yang sudah lama bertugas di KPK. Menurut Samad, penarikan jaksa senior oleh pihak Kejaksaan Agung tersebut akan mengganggu ritme kinerja KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 15 Desember 2014  |  21:07 WIB
Abraham Samad Protes   Jaksa Senior Ditarik Dari KPK
Ketua KPK Abraham Samad - Bisnis.com
Bagikan

KABAR24.com,  JAKARTA-- Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad mengaku keberatan dengan ditariknya jaksa-jaksa senior yang sudah lama bertugas di KPK. Menurut Samad, penarikan jaksa senior oleh pihak Kejaksaan Agung tersebut akan mengganggu ritme kinerja KPK dalam memberantas tindak pidana korupsi di Indonesia.

"Kalau tiba-tiba penyidiknya ditarik, itu akan mengganggu ritme. Kalau ditarik kan kekurangan. Karena itu Kejaksaan Agung harus mempertimbangkan itu," tutur Samad di Gedung KPK Jakarta, Senin (15/12/2014).

Samad mengklaim bahwa pihak KPK telah berjasa dalam membangun integritas para penyidik maupun jaksa senior yang telah lama bertugas di KPK. Menurut Samad, jika para jaksa senior di KPK harus diganti dengan jaksa baru, maka dikhawatirkan akan sulit untuk menyesuaikan diri dengan ritme di KPK.

"Karena untuk membangun integritas penyidik maupun jaksa di KPK tidak mudah. Itu yang harus disadari, jadi sebisa mungkin masing-masing lembaga menjaga ego sektoral agar kita saling mendukung dalam pemberantasan korupsi," kata Samad.

Samad mengakui bahwa lembaga KPK tidak dapat berdiri sendiri di garis terdepan dalam memberantas tindak pidana korupsi tanpa didukung Mabes Polri dan Kejaksaan Agung sebagai institusi supervisi KPK.

"Penyidik di sini jumlahnya berapa, lalu mau ditarik lagi, itu sama saja kalau tiba-tiba ditarik kaya orang yang kakinya patah sebelah jadi pincang. Pastilah beda orang dengan dua kaki dan satu kaki," tukas Samad.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpk abraham samad
Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top