Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

JK Berharap Fatayat NU Hasilkan Pemikiran Yang Jernih

Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Fatayat NU bisa menghasilkan pikiran-pikiran yang jernih bagi kaum perempuan.
Ana Noviani
Ana Noviani - Bisnis.com 21 November 2014  |  18:53 WIB
Jusuf Kalla - Bisnis
Jusuf Kalla - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Wakil Presiden Jusuf Kalla berharap Fatayat NU bisa menghasilkan pikiran-pikiran yang jernih bagi kaum perempuan.

Hal itu dikatakan JK saat membuka Konferensi Besar XV Fatayat Nahdlatul Ulama‎ yang bertema Peran Strategis Fatayat NU bagi Indonesia Menyambut Era Masyarakat Asean 2015.

Kalla menuturkan sebagai organisasi yang besar, konferensi Fatayat NU harus mampu menghasilkan pikiran-pikiran yang jernih sebagai upaya membina perempuan-perempuan muda NU menuju persaingan MEA 2015.

‎"Soal Asean kita ga usah khawatirkan sebenarnya. MEA itu memperbesar pasar kita," katanya, Jumat (21/11/2014).

Pada dewasa ini, lanjutnya, peranan perempuan sangat meningkat di berbagai sektor. Hal tersebut turut didukung oleh meningkatnya akses pendidikan, kemajuan teknologi, dan bergulirnya program Keluarga Berencana (KB).

"Menteri perempuan di kabinet terdahulu ada lima, sekarang ada delapan di kabinet. Anggota DPR harus 30%, sekarang belum tercapai tapi sudah meningkat," ujarnya.

JK mengajak Fatayat NU menjalin harmoni dengan pemerintah untuk meningkatkan ekonomi bangsa, sehingga tercipta lapangan pekerjaan yang menyejahterakan rakyat.

Ketua Umum Fatayat NU Ida Fauziyah mengatakan ‎tema tersebut sesuai dengan visi Fatayat NU untuk membangun kesejahteraan dan kemandirian perempuan, mengupayakan perubahan kebijakan yang memihak perempuan, membangun kapasitas perempuan, dan membangun kapasitas organisasi.

Fatayat NU menilai integrasi visi tersebut sangat penting dalam pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

Tema tersebut dipilih lantaran Fatayat NU menilai‎ kesiapan Indonesia dalam menghadapai era MEA 2015 sangat diperlukan agar Indonesia tidak hanya menjadi bangsa konsumen atas produk-produk negara lain, tetapi juga menjadi produsen yang bisa menjangkau pasar negara lain.

Wadah kaderisasi ‎perempuan NU ini mengklaim mempunyai pengalaman panjang dalam melakukan gerakan pemberdayaan perempuan melalui peningkatan akses pendidikan untuk perempuan, pemberdayaan ekonomi perempuan dengan berbagai kegiatan kewirausahaan, peningkatan hak-hak kesehatan reproduksi perempuan, dan peningkatan peran dan keterwakilan perempuan di berbagai lembaga politik.

Dengan jutaan kader dan struktur kepengurusan yang tersebar hingga ke level desa di seluruh Indonesia, Fatayat NU menyatakan kesiapannya untuk bergandengan tangan dengan pemerintah dan swasta guna memaksimalkan manfaat yang diperoleh Indonesia di era MEA 2015.

Konbes XV Fatayat NU mengusung agenda untuk merumuskan strategi perjuangan organisasi, menolak radikalisasi agama yang kerap datang dari negara lain. Acara tersebut juga akan merumuskan rekomendasi bagi bangsa dan negara menyambut MEA 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jk nu
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top