Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemkab Bogor Usulkan Sholeh Iskandar Jadi Pahlawan Nasional. Ini Kiprahnya

Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, siap mengusulkan KH Sholeh Iskandar, seorang ulama-pejuang asal daerah itu untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 November 2014  |  19:30 WIB
KH Noer Alie (Kiri), KH Sholeh Iskandar (Tengah), Mohammad Natsir (Kanan).  - facebook
KH Noer Alie (Kiri), KH Sholeh Iskandar (Tengah), Mohammad Natsir (Kanan). - facebook

Bisnis.com, BOGOR - Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, siap mengusulkan KH Sholeh Iskandar, seorang ulama-pejuang asal daerah itu untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional.

"Kami akan mendorong dan mengawal (alm) Mayor TNI-AD KH Sholeh Iskandar untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional dari Kabupaten Bogor atas jasanya melawan penjajah serta berbagai pembangunan yang dilakukan," kata Wakil Bupati Bogor Nurhayanti, Ahad (16/11/2014).

Nurhayanti mengatakan hal itu saat membuka lomba napak tilas gerilya Batalyon 0 Tirtayasa Siliwangi pimpinan Mayor TNI AD KH Sholeh Iskandar di Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Dia menegaskan usulan mendapatkan gelar pahlawan nasional itu karena jasa-jasa almarhum, baik saat pertempuran melawan penjajah maupun memelopori berbagai pembangunan di Kabupaten Bogor.

Wabup juga berjanji akan meneruskan perjuangan almarhum di Kabupaten Bogor dengan terus meningkatkan sektor pendidikan, kesehatan, ekonomi.

"KH Sholeh Iskandar seorang pejuang serta ulama yang semasa hidupnya terus memikirkan pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan dan ekonomi untuk kepentingan masyarakat," katanya.

Ia mengatakan untuk meneruskan perjuangan KH Sholeh Iskandar Pemkab Bogor akan selalu meningkatkan akses penyelenggaran kesehatan, pendidikan pada sarana dan prasarana untuk di bidang ekonomi, yakni bagaimana indeks jual beli masayarakat terus meningkat.

Nurhayanti menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan napak tilas karena memberikan penghargaan dan kesetian masyarakat terhadap nilai sejarah, terlebih KH Sholeh Iskandar sangat menentang kolonialisme Belanda di medan perang.

Ia menambahkan kegiatan napak tilas itu juga untuk merasakan kembali suasana perjuangan guna dijadikan sarana reflekksi dalam menjalani kehidupan masa kini dan masa depan agar lebih bermakna. Kemudian membangun kualitas sebagai bangsa yang besar dengan menghargai jasa para pahlawan bangsa, katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Napak Tilas Didi Hilman menjelaskan kegiatan itu juga diadakan dalam memperingati Hari Pahlawan pada 10 November 2014. Peserta yang mengikuti gerilya napak tilas tersebut berjumlah 1.500 orang dari seluruh elemen masyarakat yang dibagi menjadi 300 regu.

Wabup melepas peserta lomba gerilya Batalyon 0 Tirtayasa Siliwangi pimpinan Mayor TNI AD KH Sholeh Iskandar.

Dari rujukan sejarah diketahui Mayor TNI AD KH Sholeh Iskandar lahir di Desa Pasarean, Kecamatan Cibungbulang pada 22 juni 1922.

Pada 1938 ia mendirikan organisasi pemuda Subbanul Muslimin di Cibungbulang, mendirikan dan menjadi ketua panitia perbaikan jalan Cemplang sampai Cibitung Kulon, dan melucuti tentara Jepang di Desa Nanggung dan Desa Karacak Leuwiliang.

Ia juga mengatur perlawanan terhadap tentara Inggris dan Belanda di daerah Ciseeng, Parung, Depok, dan Kota Bogor pada masa perjanjian Renville.

Sholeh Iskandar juga mendirikan batalyon perjuangan yang dikenal dengan Baperdju di Kecamatan Cigudeg, mendirikan pesantren pertanian Darul Fallah, Rumah Sakit Islam, Universitas Ibn Khaldun Bogor dan Masjid Raya Bogor.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bogor pahlawan nasional.

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

To top