Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Universitas Brawijaya (UB): Mahasiswa Dirikan Milk Academy untuk Peternak

Himpunan Mahasiswa Keteknikan Pertanian (Himateta) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) Malang, Jawa Timur, mendirikan milk academy bagi masyarakat di desa Arjosari, kecamatan Jabung, kabupaten Malang.
M. Sofi’I
M. Sofi’I - Bisnis.com 05 November 2014  |  17:00 WIB
Universitas Brawijaya (UB): Mahasiswa Dirikan Milk Academy untuk Peternak
Kegiatan tersebut telah mendapat dana dari Dikti sebesar Rp 40 juta dan berlangsung satu bulan penuh pada Oktober lalu. - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, MALANG - Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Keteknikan Pertanian (Himateta) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) Malang, Jawa Timur, mendirikan Milk Academy bagi masyarakat di desa  Arjosari,  kecamatan Jabung, kabupaten Malang.

Juru bicara Himateta FTP UB Malang, Tia Tista Anggraesti, mengatakan Jabung sengaja dipilih untuk akademi susu karena di wilayah tersebut merupakan pusat peternakan sapi dan produsen susu.

"Jumlah murid Milk Academy kami sebanyak 30 orang," kata Tia, Rabu (5/11/2014). Melalui Milk Academy mereka dibekali kemampuan berwirausaha sehingga nantinya bisa menekuni pekerjaan tambahan selain bertani dan berternak.

Selama ini , pendapatan masyarakat setempat banyak bergantung pada susu murni dari ternak yang mereka pelihara. Kemudian susu tersebut disetorkan ke koperasi. Namun, hasil yang didapat tidak begitu banyak karena masyarakat mayoritas hanya menekuni satu jenis pekerjaan saja yakni sebagai peternak atau petani.

"Agar mereka lebih kreatif kami menginisiasinya dengan  mendirikan sekolah susu bagi masyarakat Jabung," jelas dia.

Dalam sekolah tersebut masyarakat diberi pembinaan tentang kewirausahaan, hot pasteurization high voltage (HPHV), dan pemasaran produk dengan memanfaatkan teknologi atau techno preneur program.

Dalam sekolah tersebut mereka dibekali tentang bagaimana berwirausaha dengan cara mengolah susu. Selanjutnya mereka dikenalkan berbagai teknologi yang mendukung usaha yang sedang dikerjakan.

"Mereka juga kami kenalkan tentang susu pasteurisasi secara garis besar dan cara pemasaran produk melalui internet," ujarnya.

Agung Heru, anggota Himateta, mengatakan Milk Academy tersebut merupakan bagian dari kegiatan bina desa yang dilakukan mahasiswa.

Harapannya masyarakat dapat membentuk suatu usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang ditangani sendiri oleh masyarakat. "Usaha yang dilakukan tersebut di bawah pengawasan tim Himateta," tambah dia.

Menurutnya dengan bantuan berupa freezzer, showcase, HPHV dan siler cup diharapkan dapat membantu produksi yogurt dan susu pasturisasi masyarakat.

Hasil olahan susu dalam bentuk yogurt yang dihasilkan oleh masyarakat Jabung dinamai Yogurt Nata De Coco Rainbow atau Yocobow.

Yogurt ini berbeda dari yang lainnya karena memiliki warna seperti pelangi dengan nata de coco di dalamnya. Selain Yocobow, masyarakat juga menghasilkan tahu susu dan susu pasteurisasi.

"Kegiatan bina desa merupakan program yang kami laksanakan untuk memberdayakan potensi masyarakat Jabung," urainya.

Kegiatan tersebut telah mendapat dana dari Dikti sebesar Rp 40 juta dan berlangsung satu bulan penuh pada Oktober lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

universitas brawijaya industri susu
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top