Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kim Jong Un Pecat 10 Pejabat yang Nonton Opera Sabun Korsel

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memecat sekitar 10 pejabat Partai Buruh akibat menonton opera sabun produksi Korea Selatan, menurut kantor berita Yonhap News sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (29/10/2014).
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Oktober 2014  |  08:36 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. - Reuters
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memecat sekitar 10 pejabat Partai Buruh akibat menonton opera sabun produksi Korea Selatan, menurut kantor berita Yonhap News sebagaimana dikutip Bloomberg, Rabu (29/10/2014).

Aksi pemecatan itu dilakukan setelah Kim kembali tampil di depan publik setelah selama sebulan tidak kelihatan. Namun kantor berita Korea Selatan itu tidak memerinci kapan dan apa tema opera sabun yang ditonton tersebut sehingga membuat sang penguasa murka.

Korea Utara memang terus membangun sejumlah kamp tahanan untuk mereka yang dinilai melanggar aturan negara.
Yonhap melaporkan sekitar 50 orang dihukum mati tahun ini atas berbagai kesalahan, termasuk karena dinilai tidak setia pada Kim. Sejumlah komando militer juga dipecat dan dihukum karena dinilai tidak becus.

“Kim Jong Un terus berupaya membangun kekuasaan mutlak dan memperkuat rezimnya dengan menjatuhkan hukuman bagi mereka yang menentangnya,” ujar Yang Moo Jin, seorang profesor pada University of North Korean Studies. Dia menambahkan aksi pemecatan itu akan menimbulkan efek buruk pada pemerintahannya kelak.

Setelah berkuasa, Kim langsung memperkuat kekuasaannya dengan memecat sejumlah pejabat senior, termasuk pemecatan atas Kepala Staf Gabungan Jenderal Ri Yong Ho. Padahal, Ri berjasa mengawal suksesi kepemimpinan di negara itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Korea Utara kim jong un

Sumber : Bloomberg

Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top