Pemprov Aceh Keluhkan Kualitas Pendidikan

Pemerintah Provinsi Aceh masih mempersoalkan kualitas pendidikan pada peringatan Hari Pendidikan Daerah ke-55.
Febrany D. A. Putri | 02 September 2014 18:08 WIB
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, MEDAN--Pemerintah Provinsi Aceh masih mempersoalkan kualitas pendidikan pada peringatan Hari Pendidikan Daerah ke-55.

Adapun, Pemprov Aceh mencatat banyak lulusan pendidikan menengah kesulitan menghadapi persaingan untuk masuk ke perguruan tinggi ternama.

Selain itu, banyak pula lulusan perguruan tinggi di Aceh yang kesulitan bersaing memperebutkan pekerjaan.

Sekda Pemprov Aceh Dermawan menuturkan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean dan AFTA pada tahun depan, peningkatan kualitas pendidikan masyarakat harus dilakukan.

Dia memerinci pada tahun ini alokasi pendidikan dari  APBA 2014 mencapai Rp500 miliar.

"Dari total tersebut, Rp300 miliar akan kami gunakan untuk meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan. Kami juga akan meningkatkan perhatian terhadap pendidikan luar sekolah, anak berkebutuhan khusus, dan di daerah terpencil," ujar Dermawan di sela-sela peringatan di Lapangan Tugu Darussalam, Selasa (2/9/2014).

Kendati demikian, Dermawan mengklaim Pemprov Aceh telah berhasil mendapatkan beberapa pencapaian peningkatan pendidikan, di antaranya meningkatkan angka melek huruf dan menekan angka putus sekolah.

Pemprov Aceh mencatat, angka melek huruf peduduk dewasa telah meningkat menjadi 96,11% dari 96,06% pada tahun lalu. Untuk APTS, Aceh merupakan salah satu dari lima provinsi dengan angka putus sekolah terendah di Indonesia pada tahun lalu.

"Dari indikator pencapaian delapan SNP [standar nasional pendidikan], Aceh juga menuju ideal berapa di peringkat 15 dengan rata-rata 63,49%," tambah Dermawan.

Selain itu, dia membeberkan, Aceh meningkatkan tingkat kelulusan ujian nasional SMA dan SMP yakni masing-masing 98,62% dan 99,63% pada tahun ini.

Pendidikan, lanjut Dermawan, menjadi fokus utama pembangunan Pemprov Aceh pada tahun lalu dengan total anggaran Rp150 miliar. Alokasi tersebut terutama digunakan untuk meningkatkan kualitas guru di Aceh.

Tag : pendidikan, aceh
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top