TENAGA KERJA INDUSTRI: 23 Orang Penyandang Disabilitas Ikuti Pelatihan Garmen

Sebanyak 23 penyandang disabilitas siap mengikuti pelatihan menjahit di Griya Apac, lembaga peningkatan ketrampilan milik perusahaan garmen PT Apac Inti Corpora, Bawen Kabupaten Semarang.
Pamuji Tri Nastiti | 02 September 2014 02:36 WIB

Bisnis.com, SEMARANG - Sebanyak 23 penyandang disabilitas siap mengikuti pelatihan menjahit di Griya Apac, lembaga peningkatan ketrampilan milik perusahaan garmen PT Apac Inti Corpora, Bawen Kabupaten Semarang.

Pelatihan itu difasilitasi Better Work Indonesia (BWI), lembaga di bawah naungan organisasi perburuhan internasional atau ILO, yang mengagendakan peningkatan akses pekerjaan di industri garmen selama dua bulan mulai 1 September – 31 Oktober 2014.

Senior Enterprise Advisor dari BWI Mohamad Anis Nugroho mengungkapkan pelatihan terhadap calon tenaga kerja dari penyandang disabilitas tersebut bertujuan meningkatkan kepatuhan perusahaan khususnya garmen terhadap standar ketenagakerjaan.

“Upaya lainnya guna meningkatkan daya saing dalam industri apparel melalui pelayanan pendampingan dan pelatihan untuk pabrik, disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” jelasnya, Senin (1/9/2014).

Kegiatan peningkatan akses pekerjaan industri tersebut menjadi proyek percontohan yang membantu orang dengan disabilitas dalam mencari pekerjaan sector garmen.

Manager Training Center Apac Inti Corpora Agus Subagyo meminta kerja sama dan komunikasi dua arah untuk kelancaran pelatihan terhadap disabilitas yang baru pertama kali dilaksanakan ini.

"Kami juga belajar. Beri tahu kalau misalnya tidak cukup jelas, terlalu cepat, atau butuh bantuan lain selama belajar. Tentang pelatihan, ini pengalaman pertama Apas melatih penyandang disabilitas," jelasnya.

Peserta pelatihan merupakan penyandang disabilitas yang mendaftarkan diri dan bersedia mengikuti pelatihan pekerjaan di industri garmen. Mereka datang dari Jakarta, Semarang, Solo, Demak, Medan, dan Lombok dan siap disalurkan ke perusahaan sesuai dengan kemampuan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tenaga kerja

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top