Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pasokan Premium di Semarang Normal Dalam 2 Hari

PT Pertamina (Persero) Marketing Operaton Region IV Jawa Tengah dan DIY memperkirakan panic buying pascapengendalian bahan bakar minyak bersubsidi akan kembali normal dalam dua hari setelah pasokan normal.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 27 Agustus 2014  |  17:25 WIB
Pasokan Premium di Semarang Normal Dalam 2 Hari
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG—PT Pertamina (Persero) Marketing Operaton Region IV Jawa Tengah dan DIY memperkirakan panic buying pascapengendalian bahan bakar minyak bersubsidi akan kembali normal dalam dua hari setelah pasokan normal.

General Manager Pertamina Jateng - DIY Soebagjo Hari Moeljanto memastikan wilayahnya mengikuti arahan pemerintah untuk normalisasi pasokan BBM bersubsidi di SPBU untuk menetralisir antrean dan kegelisahan masyarakat.
 
“Dibutuhkan 1-2 hari untuk recovery pasokan dan sosialisasi ke masyarakat agar tidak lagi panik dan antre di SPBU. Apabila masih terjadi antrean, hanya karena belum menerima informasi perihal normalisasi pasokan,” jelasnya, Rabu (27/8).

Soebagjo mengatakan penyaluran premium akan dilakukan sesuai dengan penyaluran normal sama seperti model distribusi periode Januari-Juni 2014, dilakukan secara terukur dan terarah sesuai kondisi lokasi atau kebutuhan konsumsi daerah.
 
Lebih lanjut dijelaskan, normalisasi pasokan sesuai dengan arahan kebijakan pemerintah dan Pertamina tetap melaksanakan arahan pembatasan waktu penjualan untuk BBM solar bersubsidi sesuai surat edaran BPH Migas tgl 24 Juli.
 
External Relations Pertamina Jateng - DIY Roberth MV Dumatubun berharap melalui normalisasi pasokan BBM bersubsidi itu akan berdampak terhadap keterbatasan kuota tahun ini.

“Maka pemerintah akan memutuskan solusi kebijakan yang tidak akan merugikan Pertamina.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bbm bersubsidi pembatasan bbm bersubsidi
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top