Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

UANG NKRI: BI Jateng-DIY Siap Layani Penukaran

Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah V Jawa Tengah dan DIY siap melayani penukaran uang NKRI pecahan Rp100.000.
Pamuji Tri Nastiti
Pamuji Tri Nastiti - Bisnis.com 17 Agustus 2014  |  10:36 WIB
UANG NKRI: BI Jateng-DIY Siap Layani Penukaran
/Bank Indonesia
Bagikan

Bisnis.com, SEMARANG-Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah V Jawa Tengah dan DIY siap melayani penukaran uang NKRI pecahan Rp100.000.

Uang itu secara resmi akan diedarkan melalui bank sehingga masyarakat bisa memperoleh melalui penukaran atau saat bertransaksi di bank maupun ATM.

Kepala BI Kpw V Sutikno mengatakan kantor di wilayahnya akan mengikuti arahan Gubernur BI untuk menyiapkan Uang NKRI dan melayani kebutuhan masyarakat.

"Intinya kami siap, dan menunggu instruksi pusat secara resmi yang disampaikan besok [Senin]," katanya seusai memimpin upacara HUT ke-69 RI, Ahad  (17/8/2014).

Selanjutnya, BI Wilayah V akan bekerjasama dengan perbankan di wilayah ini untuk mengoptimalkan sosialisasi uang baru NKRI. Sementara penukaran uang secara resmi akan dilayani mulai Senin 18 Agustus.

Pada uang baru pecahan Rp100.000 yang diluncurkan 17 Agustus 2014 memiliki delapan perubahan dibandingkan pada tahun emisi 2004, meski tanpa perubahan signifikan pada desainnya.

Perbedaan terjadi pada desain register rectoverso, perubahan nama dan gelar pahlawan nasional Soekarno dan Hatta, perubahan lokasi tahun emisi dan tahun cetak, juga penambahan blok warna kuning keemasan.

Selain itu perbedaan juga bisa terlihat dari perubahan warna pada nomor seri, perubahan huruf pada frasa Bank Indonesia, adanya frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia di muka dan belakang uang kertas, serta tanda tangan yang sebelumnya anggota Dewan Gubernur BI menjadi Gubernur BI dan Menteri Keuangan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

uang nkri
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top