Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KRISIS GAZA: Hamas Izinkan Warga Palestina Melintas ke Israel dengan Syarat

Hamas akhirnya mengizinkan 25 warga Palestina melintas dari Gaza ke Israel yang ingin berobat, setelah menutup perlintasan perbatasan tersebut Selasa (15/7/2014) pagi.
News Editor
News Editor - Bisnis.com 16 Juli 2014  |  06:44 WIB
KRISIS GAZA: Hamas Izinkan Warga Palestina Melintas ke Israel dengan Syarat
Ilustrasi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Hamas akhirnya mengizinkan 25 warga Palestina melintas dari Gaza ke Israel yang ingin berobat, setelah menutup perlintasan perbatasan tersebut Selasa (15/7/2014) pagi.

Namun, gerakan itu menolak mengizinkan yang lain meninggalkan Gaza atau masuk dari Israel, kata seorang pejabat Palestina yang bertanggung jawab mengkoordinasi pergerakan di perlintasan Erez.

Dia mengatakan sekelompok yang terdiri atas 13 warga Palestina yang menderita karena luka-luka atau sakit diizinkan melintas bersama dengan 12 anggota keluarga mereka.

“Tapi tak seorangpun yang lainnya diizinkan menggunakan perlintasan itu,” tambah pejabat itu yang jati dirinya tak disebutkan.

Seorang pejabat Hamas membenarkan sisi perbatasan di Gaza telah dibuka kembali untuk pergerakan terbatas setelah sebelumnya dinyatakan ditutup.

Saat itu, seorang pejabat Hamas mengatakan tak seorangpun diizinkan menggunakan perlintasan tersebut sampai ada jaminan internasional bahwa wilayah itu tidak akan disasar oleh gempuran Israel.

Pejabat tersebut mengatakan perbatasan itu ditutup demi alasan keamanan setelah pihak Palestina berulang-ulang dibom.

Seorang juru bicara COGAT, satuan Kementerian Pertahanan Israel yang bertanggung jawab atas perlintasan itu, mengatakan sisi pelintasan Israel di perbatasan itu tetap buka.

Perlintasan Erez antara Jalur Gaza dan Israel biasanya buka bagi warga Palestina yang diberikan izin untuk memasuki negara Yahudi itu, biasanya untuk urusan medis.

Awal pekan ini, warga Palestina yang memegang paspor asing dievakuasi melalui perlintasan itu, mengungsi karena terjadi serangan Israel yang sejauh ini merenggut nyawa 197 orang.

Israel memulai lagi serangan udara terhadap Gaza Selasa setelah Hamas, musuhnya dari Palestina, menolak satu gencatan senjata dan menembakkan puluhan roket ke perbatasannya, yang membunuh seorang Israel untuK pertama kali.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memperingatkan tentara akan memperluas dan mengintensifkan operasinya di Gaza setelah Hamas menolak proposal gencatan senjata Mesir.

Serangan-serangan terbaru Israel membunuh dua warga Gaza, menaikkan jumlah korban meninggal menjadi 197 orang dalam kekerasan yang telah berlangsung delapan hari, kata sumber-sumber medis.

Warga Israel itu meninggal dalam serangan roket atas wilayah Israel dekat Erez yang berseberangan dengan Gaza.

Sayap bersenjata Hamas, Ezzedine al-Qassam menyataan pihaknya melancarkan serangan tersebut. Warga yang berusia 38 tahun itu sedang membawa makanan untuk tentara yang betugas di kawasan itu, kata seorang juru bicara untuk layanan darurat Israel.

Peristiwa itu terjadi setelah kabinet keamanan Israel menyatakan Selasa pagi pihaknya menerima satu proposal Mesir bagi gencatan senjata yang mulai berlaku pukul 06.00 GMT (pukul 13:00 WIB).

Namun, pejabat-pejabat Hamas menyatakan mereka tidak diajak berkonsultasi mengenai proposal itu dan tidak akan menghentikan serangan tanpa suatu perjanjian penuh termasuk konsesi Israel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina israel krisis Gaza

Sumber : Antara

Editor : Nurbaiti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top