Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Dampak Aturan Uang Muka, Kredit Properti Jateng Melambat

Pertumbuhan kredit pemilikan rumah perbankan di Jawa Tengah mengalami pelambatan akibat penerapan aturan uang muka atau loan to value (LTV).

Bisnis.com, SEMARANG--Pertumbuhan kredit pemilikan rumah perbankan di Jawa Tengah mengalami pelambatan akibat penerapan aturan uang muka atau loan to value (LTV).

LTV secara khusus memengaruhi KPR tipe besar lebih dari 70 meter persegi sehingga komposisi penyalurannya berubah dari semula didominasi segmen menengah ke atas bergeser ke pasar bawah.

Sutikno, Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah V Jateng dan Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku pertumbuhan kredit yang melambat merupakan bagian dari upaya menekan risiko peningkatan harga properti.

"BI berupaya menekan bubble harga properti di Jawa Tengah. Pelambatan kreditnya juga terpengaruh pelemahan ekonomi triwulan I/2014 setelah menerapkan LTV," katanya, Kamis (5/6/2014).

Pasca-penerapan LTV, KPR perbankan untuk rumah tipe besar per Maret tumbuh negatif 0,38% (quarter to quarter), lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya 1,55%.

Pada KPR tipe menengah tumbuh 0,73% (qtq), juga lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya 2,89% (qtq).

Lebih lanjut, Sutikno memaparkan penyerapan KPR tersebar di beberapa wilayah seperti Kota Semarang dengan porsi tertinggi 30,62%, disusul Kota Solo 7,90%, Kabupaten Banyumas 6,20%, Kabupaten Semarang 5,82%, dan Kabupaten Sukoharjo 5,25%.

"Secara umum kinerja KPR cukup baik, terindikasi dari rasio NPL terjaga pada kisaran rendah 2,76%."


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor :

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper