Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bank Umum di Jateng Longgarkan Pinjaman

Bank Umum di Jawa Tengah melonggarkan kebijakan pinjaman untuk mendukung aktivitas bisnis pada triwulan II-2014 di tengah menguatnya permintaan kredit.

Bisnis.com, SEMARANG—Bank Umum di Jawa Tengah melonggarkan kebijakan pinjaman untuk mendukung aktivitas bisnis pada triwulan II-2014 di tengah menguatnya permintaan kredit.

Kepala Bank Indonesia Kanwil V Jateng-DI Yogyakarta Sutikno menyatakan kebijakan pelonggaran pinjaman akan dilakukan secara terukur untuk menghindari meningkatnya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL).

“Hasil survei mengindikasikan bank umum di Jawa Tengah pada triwulan II-2014 menargetkan penyaluran kredit tumbuh 18,70% (qtq), lebih tinggi dari target penyaluran kredit triwulan sebelumnya 16,96%,” ujarnya, Rabu (21/5).

Menurut dia, ekspektasi terhadap peningkatan kondisi perekonomian Jateng pada triwulan II-2014 telah memberikan keyakinan kepada perbankan untuk meningkatkan ekspansi kredit.

Lebih lanjut, kebijakan pelonggaran pinjaman itu diberlakukan untuk semua jenis kredit dengan target pangsa penyaluran untuk kredit modal kerja 72,4% dan kredit konsumsi 25,5%.

“Kredit investasi hanya ditargetkan 2,1% dari rencana penyaluran kredit,” katanya.

Kebijakan pelonggaran pinjaman, lanjutnya merupakan langkah strategis ekspansi kredit durasi pendek di tengah ketatnya persaingan usaha dan kondisi perekonomian global yang belum sepenuhnya pulih.

“Selain prospek ekonomi yang cukup menguntungkan, kredit jangka pendek juga memiliki risiko relatif rendah.”

Deputi BI Kanwil Jateng-DIY Marlison Hakim menambahkan hasil survei juga mengindikasikan potensi peningkatan belanja konsumen triwulan II-2014 yang dibiayai pinjaman.

“Tercermin pada target penyaluran kredit konsumsi yang relatif tinggi. Kredit properti diperkirakan masih mendominasi permintaan kredit konsumsi mencapai 72,1%,” tuturnya.

Selanjutnya, 23,3% kredit diperkirakan untuk kebutuhan multiguna dan tanpa agunan, sisanya merupakan kredit pembelian kendaraan bermotor dan pinjaman pada kartu kredit masing-masing 2,3%.

Pada triwulan II-2014 hasil survei mencatat beberapa bank melonggarkan batas pinjaman kartu kredit, yang menandakan perekonomian Jateng diperkirakan tumbuh.

Namun untuk menekan kredit bermasalah, bank juga melakukan pengereman kredit pembelian kendaraan bermotor, yang tercermin dari penurunan target penyaluran kredit menjadi 2,3% dari triwulan sebelumnya 5,56%.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rustam Agus

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper