Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Selidiki Kasus Anas, KPK Periksa Istri Nazaruddin

Guna menelusuri kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kembali memeriksa Anas Urbaningrum (AU)
Lukmanul Hakim Daulay
Lukmanul Hakim Daulay - Bisnis.com 02 Mei 2014  |  12:58 WIB
Anas - JIBI
Anas - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA- Guna menelusuri kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini kembali memeriksa Anas Urbaningrum (AU).

"AU diperiksa sebagai tersangka untuk kasus TPPU terkait kasus proyek pusdiklat olahraga Hambalang," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha, Jumat (2/5/2014)

Pada kesempatan yang sama, hari ini penyidik KPK juga memeriksa sejumlah nama sebagai saksi. Satu diantaranya adalah Neneng Sri Wahyuni, istri Nazaruddin.

"Neneng Sri Wahyuni diperiksa sebagai saksi untuk tersangka AU," katanya.

Direktur Keuangan PT Anugrah Nusantara itu sudah tiba di KPK dan tidak memberikan komentar saat diberondong pertanyaan wartawan.

Selain Neneng, saksi lain yang dipanggil KPK sebagai saksi adalah Riyadi, supir di PT Anugrah Nusantara, pegawai swasta Fitriaty K, karyawan BI Surya Handani, dan pegawai swasta Inda Rita Aritonang.

Semua saksi dipanggil KPK karena diduga tahu, pernah mendengar, atau melihat kasus yang menjerat mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu.

Seperti diketahui per tanggal 5 Maret 2014 Anas resmi dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Menurut Juru Bicara KPK, Johan Budi, status itu diberikan setelan penyidik KPK menemukan bukti yang kuat.

Johan menjelaskan, status tersangka TPPU ini merupakan pengembangan dari status tersangka Tindak Pidana Korupsi (TPK) yang sudah terlebih dahulu disandang Anas. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hambalang anas urbaningrum
Editor : Linda Teti Silitonga
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top