Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

KORUPSI KEHUTANAN: MS Kaban Minta US$15.000 Ke Anggoro

Sidang perdana Anggoro Widjojo,terdakwa kasus suap proyek revitalisasi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan digelar. Dalam sidang itu dibeberkan Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban pernah meminta sejumlah uang ke pemilik PT Masaro Radiokom itu.
Lukmanul Hakim Daulay
Lukmanul Hakim Daulay - Bisnis.com 23 April 2014  |  16:54 WIB
Buronan KPK Anggoro Widjojo (kanan) - JIBI
Buronan KPK Anggoro Widjojo (kanan) - JIBI
Bisnis.com,JAKARTA - Sidang perdana Anggoro Widjojo,terdakwa kasus suap proyek revitalisasi Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Kementerian Kehutanan digelar. Dalam sidang itu dibeberkan bahwa Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban pernah  meminta sejumlah uang ke pemilik PT Masaro Radiokom itu.

Agar proyeknya disetujui, Anggoropun menyerahkan uang senilai US$15.000  kepada MS Kaban setelah menerima pesan singkat pada 6 Agustus 2007.

"Merapat saja ke rumah dinas, kalau sempat bungkus rapi US$15.000," begitu bunyi pesan singkat Kaban kepada Anggoro seperti termuat dalam dakwaan Anggoro Widjojo yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum, Riyono, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu (23/4/2014).

Atas permintaan tersebut, Anggoro pada hari berikutnya membeli valuta asing senilai US$15.000  dan menyerahkannya ke MS Kaban di Rumah Dinas Menteri Kehutanan, di Jalan Denpasar Raya nomor 15 Jakarta.

Pada 16 Agustus 2007, lanjut Jaksa, Anggoro kembali memberi sejumlah uang kepada MS Kaban. Uang diberikan setelah Anggoro menerima telepon dari Kaban.

"Ini agak emergency, bisa kirim US$10.000? Seperti kemarin bungkus kecil aja, kirim ke rumah sekitar jam delapan gitu," kata Kaban kepada Anggoro.

Atas permintaan tersebut, Anggoro kembali membeli valuta asing senilai US$10.000.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kasus Anggoro
Editor : Martin Sihombing

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top