NATO Hentikan Kerja Sama Militer dengan Rusia

Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan akan menghentikan semua kerja sama militer dan sipil dengan Rusia karena pemerintah negara itu telah mencaplok kawasan Crimea di Ukraina.
John Andhi Oktaveri | 02 April 2014 10:59 WIB
Tank militer Rusia melaju di jalan dari Sevastopol ke Simferopol - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA—Organisasi Pertahanan Atlantik Utara (NATO) menyatakan akan menghentikan semua “kerja sama militer dan sipil” dengan Rusia karena pemerintah negara itu telah mencaplok kawasan Crimea di Ukraina.

Keputusan itu diambil kemarin oleh para menteri luar negeri dari negara yang tergabung dalam aliansi militer tersebut di Brussels. Mereka menambahkan akan segera mengambil berbagai langkah untuk memaksa Rusia mematuhi aturan internasional.

Selain itu, NATO dan Ukraina menyatakan akan mengintensifkan kerja sama dan mendorong reformasi bidang pertahanan di Ukraina melalui pelatihan dan berbagai program.

Penghentian kerja sama militer itu dilakukan setelah NATO melihat tidak ada isyarat Rusia akan menarik pasukannya dari perbatasan Ukraina, menurut Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen.

"Sayangnya, saya tidak bisa memastikan bahwa Rusia menarik mundur pasukannya. Ini bukanlah apa yang kami  akan lihat,” ujar Rasmussen sebagaimana dikutip Aljazeera.com, Rabu (2/4/2014).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nato, Rusia Invasi Crimea

Sumber : aljazeera.com
Editor : Nurbaiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top