Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PENCARIAN MH 370: Keluaga Penumpang Siap Diberangkatkan Ke Australia

Malaysia Airlines (MAS) siap menerbangkan keluarga penumpang dan awak pesawat yang hilang ke Australia jika dua benda yang diambil pada citra satelit di Samudera Hindia selatan dipastikan milik pesawat MH 370 yang hilang sejak 8 Maret 2014.
Martin Sihombing
Martin Sihombing - Bisnis.com 20 Maret 2014  |  20:00 WIB
PENCARIAN MH 370: Keluaga Penumpang Siap Diberangkatkan Ke Australia
Inilah peta pencarian puing yang diduga milik MH 370 dan tertangkap satelit Australia - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, SEPANG -  Malaysia Airlines (MAS)  siap menerbangkan keluarga penumpang dan awak pesawat yang hilang ke Australia jika dua benda yang diambil oleh citra satelit di Samudera Hindia selatan  dipastikan milik  pesawat MH 370 yang hilang sejak 8 Maret 2014.

CEO MAS Ahmad Jauhari Yahya mengatakan keluarga dari 239 penumpang dan awak  selalu menjadi prioritas utama bagi maskapai.

"Dengan asumsi posisi pesawat  telah dikonfirmasi  di suatu tempat dekat dengan Australia, kami jelas akan membuat pengaturan untuk terbang berikutnya," katanya.

Dia berbicara pada media briefing  harian mengenai perkembangan terbaru  pencarian  pesawat, yang juga dihadiri oleh Menteri Transportasi  Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein, Menteri Luar Negeri Datuk Seri Anifah Aman dan Direktur Jenderal Departemen Penerbangan Sipil Datuk Azharuddin Abdul Rahman.

Perdana Menteri Australia Tony Abbott hari ini, Kamis (20/3/2014) mengatakan di Canberra  bahwa citra satelit menunjukkan dua objek yang dapat dikaitkan dengan pesawat Malaysia yang menghilang pada  8 Maret.

Ahmad Jauhari mengatakan MAS telah berkomitmen untuk menyediakan keluarga dengan informasi yang akurat dan up-to-date, sampai dua atau tiga kali sehari.

Sementara itu, Hishammuddin memberikan jaminan bahwa keluarga akan menjadi yang pertama untuk diberitahu jika ada konfirmasi pada citra satelit atau perkembangan terbaru dalam operasi SAR, yang memasuki hari ke-13, hari ini.

"Breaking news yang kredibel hari ini adalah mengenai citra satelit. Saya langsung  benak keluarga. Saya berpikir bahwa begitu ada informasi up date masuk, keluarga akan menjadi yang pertama memperoleh informasi,"katanya sambil menambahkan bahwa simpati yang mendalam selalu kepada keluarga.

Dia mencatat bahwa itu bukan tugas yang mudah untuk berurusan dengan keluarga yang bingung, dan pihak berwenang sekarang belajar dari pengalaman Badan Keselamatan Penerbangan Prancis (BEA) tentang bagaimana mengatasi situasi ini.

"Hal ini sangat sulit (untuk berurusan dengan keluarga). Saya berbicara dengan tim Prancis yang harus berurusan dengan keluarga para penumpang Air France 447 selama dua tahun setelah kecelakaan (2009)," katanya.

Tim BEA tiba pada  Senin (17/3/2014) untuk membantu tim investigasi internasional yang dipimpin Malaysia  dalam pencarian pesawat yang hilang, dengan fokus  pencarian di bawah laut.

Pada  2009, tim BEA terlibat dengan kecelakaan Air France 447  yang menewaskan semua 228 orang di atas kapal, dan blackbox dari pesawat malang itu ditemukan dua tahun setelah tragedi itu.

Hishammuddin juga mengatakan pemberian informasi yang akurat dan up-to-date kepada keluarga juga menjadi perhatian utama mereka, yang mendorong penyebaran tim tingkat tinggi ke Beijing malam ini.

"Para wakil dari Pemerintah Malaysia sudah berbicara kepada keluarga, yang dipimpin oleh utusan khusus Perdana Menteri China (Tan Sri Ong Ka Ting).

"Pejabat dari Kedutaan Besar China juga membantu dengan memimpin briefing bagi keluarga China yang ada di sini di Kuala Lumpur," katanya.

Beijing- terkait  dengan pesawat Boeing 777-200ER, dengan 227 penumpang dan 12 awak, yang menghilang sekitar satu jam setelah meninggalkan Bandara Internasional KL pada 00:41 pada  8 Maret. Pesawat  dijadwalkan tiba di Beijing pukul 6.30 pagi, pada hari yang sama.

Sebuah pencarian pesawat dilakukan  di Laut Cina Selatan, tapi daerah pencarian diperluas  menutupi semua  kawasan  barat dari Malaysia, termasuk Samudra Hindia, ketika diketahui bahwa pesawat telah menyimpang dari jalur setelah seseorang dengan sengaja mematikan sistem komunikasi di atas kapal, dan pesawat telah terbang selama tujuh jam setelah itu.

Pencarian kemudian difokuskan pada dua koridor, yakni koridor utara yang membentang dari perbatasan Kazakhstan dan Turkmenistan ke utara Thailand, dan koridor selatan yang membentang dari Indonesia ke Samudera Hindia selatan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

malaysia airlines

Sumber : Bernama

Editor : Martin Sihombing
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top