Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sekjen ESDM Jadi Tersangka, KPK Geledah Kantor ESDM

Setelah menetapkan status tersangka pada Sekjen ESDM Waryono Karno, Komisi Pemberantasan Korupsi mulai intensif melakukan penggeledahan.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 17 Januari 2014  |  17:27 WIB
Sekjen ESDW Waryono Karno (Tengah) - Antara
Sekjen ESDW Waryono Karno (Tengah) - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Setelah menetapkan status tersangka pada Sekjen ESDM Waryono Karno, Komisi Pemberantasan Korupsi mulai intensif melakukan penggeledahan, Jumat (17/1/2014).

Setelah kemarin penyidik KPK menggeledah rumah dan kantor tiga anggota DPR serta kantor Fraksi Demokrat dan Golkar, kini giliran kantor ESDM yang digeledah.

Sebenarnya, kantor ESDM sendiri sudah pernah digeledah sebelumnya, saat penyidik KPK akhirnya menemukan uang senilai US$200.000 di ruang kerja Sekjen ESDM. Yang kemudian, temuan itu menjadi jalan penyidikan KPK menetapkan Waryono sebagai tersangka.

Menurut kabar, adapun ruang kerja yang diperiksa kali ini adalah ruang Biro Keuangan Kementerian. Namun, Juru Bicara KPK Johan Budi belum menjelaskan ruangan mana saja yang digeledah KPK hari ini.

Dirinya hanya membenarkan memang ada penggeladahan lanjutan di Kementerian ESDM hari ini, setelah penggeledahan di beberapa lokasi kemarin.

"Iya, benar ada penggeledahan lagi di Kementerian ESDM, nanti saya cek pastinya," ujar Johan.

Johan mengatakan penggeledahan dilakukan guna penyidikan lanjutan terhadap kasus dugaan suap kegiatan di SKK Migas dengan tersangka Sekjem ESDM tersebut.

Penyidik berharap menemukan jejak-jejak tersangka dalam penggeledahan kali ini.

KPK telah menetapkan Waryono sebagai tersangka Waryono, dengan Pasal 12B, Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.

Sebelumnya, KPK sudah menetapkan tiga tersangka, yakni Rudi Rubiandini, Deviardi, dan Simon Gunawan Tanjaya.

Rudi Rubiandini dan Deviardi sebagai penerima suap disangkakan pasal 12 huruf a dan b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Sementara itu, Simon Tanjaya, diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No. 20 tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekjen esdm suap skk migas
Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top