Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tuduh Langgar Hak Paten, Yamaha Gugat Toshiba dan Samsung

Yamaha Corp, perusahaan Jepang yang memproduksi alat musik dan perlengkapan audio, melayangkan gugatan pelanggaran paten terhadap perusahaan patungan Toshiba Corp. dan Samsung Electronics Co.
Anissa Margrit
Anissa Margrit - Bisnis.com 05 Januari 2014  |  13:20 WIB
/Ilustrasi
/Ilustrasi

Bisnis.com, SANTA ANA--Yamaha Corp, perusahaan Jepang yang memproduksi alat musik dan perlengkapan audio, melayangkan gugatan pelanggaran paten terhadap perusahaan patungan Toshiba Corp. dan Samsung Electronics Co.

Yamaha menuding Toshiba Samsung Storage Technology Corp. melanggar sebelas paten mereka yang terkait dengan optical disk drives. Gugatan telah dimasukkan ke pengadilan federal di Santa Ana, California, AS pada 31 Desember 2013.

Yamaha mengatakan paten-paten tersebut secara teknis dan komersial esensial bagi beberapa standar optical disk drives. Perusahaan yang berbasis di Shizuoka, Jepang itu menuturkan mereka pernah menawarkan beberapa lisensi untuk paten yang menjadi objek pada 2008, tapi kesepakatan di antara para pihak tidak tercapai.

Perusahaan-perusahaan ini sebenarnya berkali-kali bertemu sejak 2008 hingga Maret 2012 untuk mencari jalan keluar. Kesebelas paten itu diterbitkan antara Maret 1991 sampai Februari 2009.

Yamaha menuduh perusahaan joint venture tersebut tidak mau membeli lisensi meskipun sudah mengetahui produknya mengandung pelanggaran paten. Penggugat juga meminta ganti rugi yang besarnya tidak lebih kecil dibanding nilai royalti yang seharusnya didapat, serta kompensasi tambahan sebagai efek jera.

Pada Agustus 2012, LG Electronics Inc. juga pernah melayangkan gugatan serupa. Toshiba Samsung Storage Technology diklaim menggunakan empat paten perusahaan Korea Selatan itu tanpa izin. Hingga saat ini kasusnya masih belum selesai.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

yamaha hak paten

Sumber : Bloomberg

Editor :
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top