Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wahai Para Caleg, Jangan Jual Nama Gus Dur Dong...

Alissa Wahid, putri almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid minta berbagai pihak terutama para calon legislatif (caleg) tidak menjual nama Gus Dur hanya demi meraih suara dan simpati masyarakat.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 04 Januari 2014  |  10:08 WIB

Bisnis.com, JOMBANG--Keluarga almarhum mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid rupanya gerah dengan berbagai pihak yang cuma memanfaatkan ketenaran Gus Dur untuk kepentingan pribadi dan sesaat.

Karena itu Alissa Wahid, putri sulung Gu Dur  minta berbagai pihak terutama para calon legislatif (caleg) tidak menjual nama Gus Dur hanya demi meraih suara dan simpati masyarakat.

"Jika mencintai Gus Dur, teruskan perjuangannya dengan konkret," katanya saat di Jombang, Jawa Timur, Sabtu (4/1/2014).

Ia mengatakan, saat ini banyak pihak yang memanfaatkan nama Gus Dur untuk kepentingannya sendiri, bahkan slogan tentang Gus Dur terlihat seragam.

Pihaknya mempertanyakan mengapa gambar Gus Dur dimanfaatkan untuk kepentingan politik, dan mengapa bukan ketua partai bersangkutan.

Padahal, partai lain juga menampilkan hal yang sama, menampilkan ketua partainya dalam baliho ataupun spanduk partai mereka.

Alissa menegaskan, bentuk penghormatan kepada almarhum Gus Dur bukan dengan cara memanfaatkan untuk kepentingan pribadi ataupun sekelompok orang yang menjadi slogan mereka tetapi dengan meniru apa yang dilakukan Gus Dur semasa hidup.

"Harusnya belajar lewat tindakan Gus Dur," tegas putri sulung mantan Presiden ini.

Pihaknya tidak ingin terjebak dengan somasi, karena saat ini masyarakat juga sudah semakin cerdas. Ia menilai, somasi itu hanya masalah teknis.

Dia menyerahkan semunya ke masyarakat tentang Gus Dur.

Sampai saat ini, banyak masyarakat yang teringat dengan berbagai macam perilaku, keputusan, ataupun perjuangan Gus Dur semasa masih hidup.

Misalnya ketika tidak puas dengan sikap DPR ingat saat pemerintahan Gus Dur, tidak puas dengan pemerintahan yang korup, ingat pemerintahan Gus Dur.

"Jika saat ini intoleransi merebak orang ingat Gus Dur, apa yang digagas Gus Dur. Kami percaya, masyarakat bisa menilai siapa yang benar dan mau meneruskan perjuangan Gus Dur," jelasnya.

Dia tidak ingin terjebak dengan berbagai kepentingan pragmatis yang dilakukan oleh sekelompok pihak yang memanfaatkan nama Gus Dur untuk kepentingannya sendiri, karena ia lebih konsentrasi untuk meneruskan pikiran serta perjuangan Gus Dur.

Sebelumnya, jaringan pecinta Gus Dur atau yang akrab disapa Gusdurian Jatim meminta agar para calon legislatif ataupun partai politik untuk menghormati wasiat almarhum Gus Dur yang idak berkenan dikaitkan dengan PKB-nya Muhaimin (Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar).

Koordinator Gusdurian Jatim Aan Anshori mengatakan terkait dengan alat peraga kampanye agar dicopot, terutama yang dipasang saat haul.

"Keluarga Ciganjur sangat mungkin akan melayangkan somasi jika PKB Muhaimin menolak menghapus gambar/tulisan Gus Dur di baliho tanpa izin," katanya.

Dia justru mengatakan, jika menolak, berarti PKB Muhaimin dihinggapi perasaan rendah diri atau minder menyongsong Pemilu 2014.

Pihaknya siap menjembatani agar para caleg ataupun partai politik tersebut menunjukkan jiwa kesatria, sebagaimana klaim mereka sebagai penerus perjuangan Gus Dur dengan bertemu keluarga dan meminta maaf dan meminta izin terkait dengan gambar ataupun tulisan tentang Gus Dur.

Keluarga almarhum di Jombang rencananya, siang ini, Sabtu (4/1/2014) akan kembali ke Ciganjur setelah pada sehari selumnya mengikuti rangkaian puncak haul ke-4 di PP Tebuireng, yang dihadiri langsung oleh Presiden SBY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

caleg gus dur

Sumber : Antara

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top