Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Dubes Palestina di Ceko Tewas di Kediamannya

Duta Besar Palestina untuk Ceko, Jamal al-Jamal, tewas pada Rabu (1/1/2014) dalam satu ledakan sesaat setelah membuka pintu pengaman rumahnya, di Praha.
Rustam Agus
Rustam Agus - Bisnis.com 02 Januari 2014  |  07:36 WIB

Bisnis.com, PRAHA--Duta Besar Palestina untuk Ceko, Jamal al-Jamal,  tewas pada Rabu (1/1/2014) dalam satu ledakan sesaat setelah membuka pintu pengaman rumahnya, di Praha.

Kepolisian Ceko mengatakan Jamal meninggal di rumah sakit setelah insiden di rumahnya pada pagi hari tahun baru 2014 tersebut.

"Menurut informasi dari penyelidikan sejauh ini, ini pasti bukan serangan teroris," kata Kepala Kepolisian nasional Martin Cervicek kepada Televisi Ceko.

Juru bicara polisi Andrea Zoulova mengatakan bahan peledak - yang mungkin menjadi bagian dari mekanisme keamanan - meledak setelah aman dibuka.

"Dengan kemungkinan terbesar, perangkat peledak itu ditempatkan di pintu," katanya seperti dikutip Reuters.

Kementerian luar negeri Palestina dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan oleh kantor berita resmi WAFA mengatakan, ledakan itu terjadi beberapa menit setelah Jamal membuka dengan aman sepulangnya dari kantor kedutaan yang lama.

Misi itu adalah dalam rangka pindah ke tempat baru di samping kediaman di pinggiran ibu kota.

Zoulova mengatakan kemungkinan bahan peledak itu meledak karena bukan dilakukan oleh tenaga ahlinya atau ledakan spontan.

"Perangkat itu dalam keadaa aman dan terpicu setelah pintu keamanan dibuka," katanya.

Seorang juru bicara kedutaan  Nabil el-Fahel mengatakan dia tidak memiliki rincian tentang ledakan tersebut. "Kita perlu menunggu hasil penyelidikan polisi," katanya.

"Jamal menderita luka mematikan di kepala, dada dan perut," kata ahli bedah Daniel Langer kepada televisi Ceko.

Tidak ada orang lain terluka dalam ledakan itu, meskipun juru bicara pelayanan medis darurat Praha mengatakan seorang wanita 52 tahun dirawat karena menghirup asap dan shock.

Keluarga Jamal berada di rumah pada saat ledakan.

Tidak ada tanda-tanda kerusakan pada rumah dua lantai itu terlihat luar, namun polisi mengepung bagian dari jalan sementara tenaga ahli bom mencari korban.

Kementerian luar negeri Palestina mengatakan akan mengirim tim ke Praha untuk membantu penyelidikan.

Menlu Palestina Riyad al-Malki dikutip WAFA mengatakan, Jamal adalah sahid dalam menjalankan tugasnya.

Lahir di Beirut dari keluarga pengungsi, Jamal bergabung dengan faksi Fatah Yasser Arafat Organisasi Pembebasan Palestina pada 1975 dan bertugas di misi PLO ke Bulgaria serta Cekoslowakia pada 1980-an.

Bagian dari korps diplomatik Otoritas Palestina yang mengatur Tepi Barat di bawah perjanjian damai sementara dengan Israel, dia telah menjadi konsul di Alexandria sejak tahun 2005.

Jamal mengambil pos duta besar di Praha pada Oktober 2013.

Komunis Cekoslowakia mempertahankan hubungan persahabatan dengan PLO pada 1980-an tetapi sejak runtuhnya pemerintah komunis pada 1989 para anggota Uni Eropa dan NATO telah mendukung Israel.

Ceko menjadi satu-satunya negara Eropa menyatakan 'tidak' terhadap tawaran Otoritas Palestina untuk menjadi semi-kenegaraan di PBB pada November 2012.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut Republik Ceko sebagai teman negara Yahudi terbaik di Eropa.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina republik ceko

Sumber : Newswire/antara

Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top