Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Peneliti Temukan Keberadaan Air di Planet Jauh

Tim peneliti menemukan tanda keberadaan air di atmosfer lima planet jauh menggunakan teleskop Hubble milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Menurut laman resmi NASA, kelima planet itu adalah WASP-17b, HD209458b, WASP-12b, WASP-19b and XO-1b.
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 04 Desember 2013  |  12:51 WIB
Ilustrasi cahaya bintang yang menerangi atmosfer satu planet. Keberadaan air atmosfer pada sedikit exoplanet yang mengorbit bintang-bintang di luar tata surya sudah pernah dilaporkan tapi studi kali ini secara konklusif mengukur dan membandingkan profil intensitas tanda-tanda tersebut.  - NASA's Goddard Space Flight Center
Ilustrasi cahaya bintang yang menerangi atmosfer satu planet. Keberadaan air atmosfer pada sedikit exoplanet yang mengorbit bintang-bintang di luar tata surya sudah pernah dilaporkan tapi studi kali ini secara konklusif mengukur dan membandingkan profil intensitas tanda-tanda tersebut. - NASA\'s Goddard Space Flight Center

Bisnis.com, WASHINGTON - Tim peneliti menemukan tanda keberadaan air di atmosfer lima planet jauh menggunakan teleskop Hubble milik Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Menurut laman resmi NASA, kelima planet itu adalah WASP-17b, HD209458b, WASP-12b, WASP-19b and XO-1b.

Kekuatan sinyal air pada kelima planet tersebut beragam. WASP-17b, planet yang tertutup penuh atmosfer, dan HD209458b memiliki sinyal terkuat. WASP-12b, WASP-19b dan XO-1b juga memiliki sinyal keberadaan air konsisten.  

Keberadaan air di atmosfer telah dilaporkan sebelumnya, pada beberapa exoplanet yang mengorbit bintang-bintang di luar tata surya kita, tetapi peneliti dari Universitas Maryland di College Park untuk pertama kali mengukur dan membandingkan secara menyakinkan profil dan intensitas sinyal ini pada beberapa dunia.

"Kami sangat yakin bahwa kami melihat tanda keberadaan air pada planet-planet tersebut," kata Avi Mandell, ilmuwan dari Goddard Space Flight Center NASA dan penulis utama hasil studi yang dipublikasikan jurnal Astrophysical tentang keberadaan air di planet jauh.

"Studi ini benar-benar membuka pintu untuk membandingkan berapa banyak air di atmosfer pada exoplanet yang berbeda, misalnya planet yang lebih panas versus yang lebih dingin," ujarnya seperti dilansir kantor berita Xinhua.

Para peneliti menggunakan Wide Field Camera 3 teleskop ruang angkasa Hubble untuk mengamati detil penyerapan cahaya pada atmosfer planet.

Pengamatan dilakukan dalam rentang panjang gelombang inframerah tempat tanda air, jika ada, terlihat.

Mereka membandingkan bentuk dan profil intensitas penyerapan dan konsistensi tanda itu memberikan mereka keyakinan bahwa mereka melihat air.

Para peneliti terkejut melihat sinyal air kurang jelas dari yang diharapkan dan mereka menduga ini karena lapisan selimut kabut atau debu pada kelima planet tersebut.

Kabut dapat mengurangi intensitas semua sinyal atmosfer, sama seperti kabut dapat membuat warna dalam foto samar.

Pada saat yang sama, kabut mengubah keberadaan sinyal air dan molekul penting lainnya dengan cara yang berbeda, demikian menurut NASA.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ruang angkasa Planet

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul-nonaktif
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top