Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Inilah Tanggapan Singapura Soal Penyadapan Pejabat RI

Hubungan Singapura dengan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia tidak akan terganggu akibat berbagai tudingan aksi penyadapan, ujar Menteri Luar Negeri Singapura K. Shanmugam.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 November 2013  |  12:44 WIB
Inilah Tanggapan Singapura Soal Penyadapan Pejabat RI
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Hubungan Singapura dengan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Indonesia tidak akan terganggu akibat berbagai tudingan aksi penyadapan, ujar Menteri Luar Negeri Singapura K. Shanmugam.

“Indonesia dan Malaysia tahu kami tidak akan melakukan apapun untuk mengganggu kepentingan masing-masing negara,” ujar Shanmugam di Singapura sebagaimana dikutip Bloomberg, Jumat (29/11/2013).

Malaysia sebelumnya menggugat komisioner tinggi Singapura dan menyatakan “sangat khawatir” dengan adanya pengakuan negara kota itu telah melakukan kegiatan spionase.

Indonesia dan Malaysia telah menjadi target bagi intelijen Australia dan Amerika Serikat yang bekerja sama atas bantuan Singapura sejak 1970, menurut laporan  Sydney Morning Herald  25 November lalu sebagaimana mengutip dokumen rahasia yang dibeberkan mantan agen rahasia AS, Edward Snowden.

“Terkait kagiatan intelijen, kami tidak menindaklanjutinya, mengkonfirmasi maupun membantahnya,” ujar Shanmugam.

Dia menambahkan bahwa bila berbicara soal intelijen maka tidak bisa disimpulkan hal itu benar atau salah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

edward snowden sadap singapura'

Sumber : Bloomberg

Editor : Linda Teti Silitonga
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top