Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Headlines Koran: Penggelapan Pajak Tak Tergarap, 10 Saham Rekomendasi Analis

Ribuan kasus dugaan penggelapan pajak yang tak tergarap menjadi sorotan utama berbagai media nasional hari ini, Senin (25/11/2013) selain isu perlunya pemerintah melakukan transformasi struktural guna meningkatkan kapasitas ekonomi dan 10 saham rekomendasi analis.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 November 2013  |  08:36 WIB

Bisnis.com, JAKARTA— Ribuan kasus dugaan penggelapan pajak yang tak tergarap menjadi sorotan utama berbagai media nasional hari ini, Senin (25/11/2013) selain isu perlunya pemerintah melakukan transformasi struktural guna meningkatkan kapasitas ekonomi dan 10 saham rekomendasi analis.

Berikut ini ringkasan berita-berita utama media Ibu Kota:

Penggelapan Pajak Tak Tergarap
Ribuan kasus dugaan penggelapan pajak tak tergarap. Dari begitu banyak indikasi yang terdeteksi, Direktorat Jenderal Pajak hanya mampu memeriksa sebagian kecil di antaranya. Salah satunya adalah kasus penggelapan pajak pada perusahaan multinasional. Sekitar 4.000 perusahaan asing dilaporkan terindikasi terlibat dalam penggelapan pajak (KOMPAS).

Akuisisi Blok Hess, Pertamina Butuh US$1M
Titik terang Pertamina memenangi tender blok minyak dan gas bumi (migas) milik Hess Corporation di Thailand kian tampak. Pekan lalu, PT Pertamina melaporkan ke Bank Indonesia (BI) adanya kebutuhan tambahan valuta asing sebesar US$1 miliar untuk menyelesaikan akuisisi blok migas itu dalam waktu dekat. Sementara itu, kebutuhan valuta asing di luar impor BBM dikhawatirkan menekan rupiah (KONTAN).

Perlu Transformasi Struktural Atasi Defisit Transaksi Berjalan
Upaya mengatasi defisit transaksi berjalan yang kian membesar tidak cukup hanya mengandalkan instrumen moneter. Pemerintah perlu melakukan transformasi struktural guna meningkatkan kapasitas ekonomi, terutama sisi pasokan barang dan jasa, menurunkan impor, mendongkrak ekspor, dan menarik masuk devisa. Respons pemerintah belum cukup terlihat dalam tindakan konkret untuk mengatasi masalah defisit transaksi berjalan (INVESTOR DAILY).   

10 Saham Rekomendasi Analis
Saham dari industri properti dan perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia masih menjadi pilihan utama berdasarkan rekomendasi sejumlah analis yang dirangkum Bloomberg. Ini tampak dari ranking 10 besar saham-saham yang paling banyak direkomendasi dan berpotensi memberikan return  yang relatif tinggi setelah terkoreksi dalam. Saham-saham tersebut adalah SMRA, BBRI, BMRI, CRTA, BSDE, BBNI, PGAS, BBTN, BTPN, dan PTBA (FINANCE TODAY).

Editor : Nurbaiti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top