Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ini 5 Penemu yang Tidak Menikmati Karya Ciptanya

Meski temuan mereka mampu mengubah dunia, namun para penemu tidak otomatis menjadi kaya dan menikmati karya kreatif dan inovatif yang telah mereka sumbangkan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 Oktober 2013  |  08:53 WIB
Ilustrasi - mirror.co.uk
Ilustrasi - mirror.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA - Meski temuan mereka mampu mengubah dunia, tetapi para penemu tidak otomatis menjadi kaya dan menikmati karya kreatif dan inovatif yang telah mereka sumbangkan.

Situs berita www.mirror .co.uk menyebutkan salah satu dari mereka adalah Kadir Nurman yang menciptakan makanan siap saji Doner Kebab.

Pria asal Turki itu baru saja meninggal akhir pekan lalu. Namun sayangnya, dia tidak berupaya untuk mendapatkan hak paten atas ciptaaannya tersebut, sehingga tidak mendapatkan keuntungan apa-apa meski makanan tersebut kini menjadi sangat populer. Kadir hanya mendapat semacam pengakuan dari Asosiasi  Perusahaan Doner Turki pada 2011.

Kendati demikian, Kadir tidak sendiri. Situs berita tersebut melansir sejumlah nama terkemuka lainnya yang senasib dengan Kadir, terutama di bidang teknologi.

Sir Tim Berners-Lee merupakan penemu World Wide Web (www). Situs pertama yang diciptakannya pada 1991 yang kemudian menjadi dasar perkembangan Internet. Berners-Lee tidak mematenkan karya ciptanya sehingga tidak mendapatkan royalti atas ciptaannya tersebut.

Berikutnya penemu ballpoint pen (pulpen), Laszlo Biro. Pada 1938, Biro mematenkan karyanya setelah tidak puas dengan pena yang tintanya sering bocor. Namun setelah mendapatkan hak paten, dia segera menjualnya ke Marcel Bich pada 1945. Bich akhirnya meraup keuntungan besar setelah lebih dari 100 miliar pulpen itu terjual sejak diciptakan pertama kali.

Nama lainnya adalah Mikhail Kalashnikov, penemu senjata AK-47  pada 1947. Lebih dari 100 juta pucuk senjata ciptaan pria asal Rusia itu telah diproduksi, sebagaimana dikutip situs berita itu, Selasa (29/10/2013). Meski perusahaan yang memproduksi senjata itu telah mematenkan rancangan senjata tersebut pada 1990, Kalashnikov tidak mendapatkan apa-apa karena motivasinya menciptakan senjata itu karena kecintaannya pada negaranya.

Penemu mesin Karaoke yang merupakan pengusaha asal Jepang, Daisuke Inoue juga menjadi orang yang ‘rela’ tidak mendapatkan keuntungan dari apa yang dia ciptakan. Sebagaimana halnya dengan Kadir dan Sir Tim Berners-Lee, Inoue  tidak memapenkan Karaoke ciptaannya sehingga tidak mendapatkan keuntungan meski jutaan orang hingga kini menikmati ciptaannya tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

penemuan teknologi hak paten

Sumber : www.mirror.co.uk

Editor : Sepudin Zuhri
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top