Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Suap Kepada Akil Mochtar Diduga Terkait Sengketa Pilkada

Bisnis.com, JAKARTA - KPK memastikan pejabat negara setingkat menteri yang tertangkap tangan dalam operasi tangkap tangan penyidik KPK di Perumahan Menteri Jl.Widya Chandra Jakarta Selatan, Rabu malam (2/10/2013) sekitar pukul 22.00 WIB adalah Ketua
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 03 Oktober 2013  |  00:27 WIB
Suap Kepada Akil Mochtar Diduga Terkait Sengketa Pilkada
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - KPK memastikan pejabat negara setingkat menteri yang tertangkap tangan dalam operasi tangkap tangan penyidik KPK di Perumahan Menteri Jl.Widya Chandra Jakarta Selatan, Rabu malam (2/10/2013) sekitar pukul 22.00 WIB adalah Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar.

"Benar yang ditangkap adalah Akil Mochtar [AM], Ketua MK. Dalam operasi tangkap tangan ini, penyidik menyita uang dolar Singapura yang diduga untuk menyuap sekitar Rp2 miliar - Rp3 miliar," kata Juru Bicara KPK Johan Budi dalam konferensi pers di Gedung KPK, Kamis dinihari (3/10/2013).

Johan Budi mengemukakan selain AM, beberapa orang ikut ditangkap oleh KPK yakni seorang anggota DPR RI, seorang pengusaha, Bupati salah satu daerah di Kalimantan dan beberapa orang lainnya. "Jumlah yang ditangkap 5 orang".

Dia mengemukakan sejauh ini penyidik KPK sedang melakukan pemeriksaan terhadap para terperiksa. "Kasus ini diduga terkait dengan sengketa pemilihan kepala daerah di Kalimantan," tuturnya.

Johan menegaskan KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk memastikan status para terperiksa dalam kasus dugaan suap ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK akil mochtar ketua mk
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top