Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini Potensi Gangguan Keamanan Pada Pemilu 2014

Bisnis.com, JAKARTA - Mabes Polri mengakui sudah mengidentifikasi dengan baik seluruh potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi saat menjelang hingga seusai pelaksanaan Pemilu 2014.
Winda Rahmawati
Winda Rahmawati - Bisnis.com 03 September 2013  |  14:16 WIB
Ini Potensi Gangguan Keamanan Pada Pemilu 2014

Bisnis.com, JAKARTA - Mabes Polri mengakui sudah mengidentifikasi dengan baik seluruh potensi gangguan keamanan yang mungkin terjadi saat menjelang hingga seusai pelaksanaan Pemilu 2014.

Sejumlah ancaman yang berpotensi mengganggu keamanan tersebut seperti teror, bom, dan konflik sosial.

Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo mengatakan pihaknya telah mempersiapkan seluruh hal yang diperlukan untuk melakukan pengamanan. Demi pengamanan yang lebih baik, Polri mengajak masyarakat agar saling membantu untuk menciptakan ketertiban dan keamanan.

“[Bentuk ancaman] sudah teridentifikasi dengan baik, teror, bom , konflik sosial. Justru kami tahu ini, masyarakat kami ajak untuk eliminir. Jika masyarakat tahu dan bantu, itu sudah bagus,” kata jenderal berkumis di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Selasa (2/9/2013).

Pihaknya meminta peran masyarakat agar menghindari situasi dan kondusi yang bisa memengaruhi dan mengganggu jalannya Pemilu. Misalnya berbagai konflik sosial seperti masalah perburuhan, sengketa lahan, maupun masalah hubungan umat beragama.

Selain kepada masyarakat, Kapolri juga mengharapkan hal yang sama pada partai politik dan peserta pemilu.

Partai politik yang memiliki personel pengamanan internal diharapkan turut membantu menciptakan kondisi yang kondusif dengan membantu aparat melakukan pengamanan bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

polri pemilu 2014 konflik teror
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top