Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Konflik Keraton Solo, Negara Perlu Campur Tangan

Bisnis.com, JAKARTA--Anggota Lembaga Hukum Keraton Surakarta, Boyamin Saiman berharap negara campur tangan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di internal keluarga Keraton Surakarta."Negara ikut campur agar konflik segera teratasi," kata Boyamin,
Ismail Fahmi
Ismail Fahmi - Bisnis.com 27 Agustus 2013  |  16:20 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Anggota Lembaga Hukum Keraton Surakarta, Boyamin Saiman berharap negara campur tangan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi di internal keluarga Keraton Surakarta.

"Negara ikut campur agar konflik segera teratasi," kata Boyamin, usai mengikuti sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) Jakarta, Selasa (27/8/2013)

Menurut dia, jika negara tidak ikut campur maka konflik akan tetap terjadi dan akan semakin meluas.

"Kalau sekarang ada tiga kelompok yang sedang konflik, mungkin besok bisa enam yang akan berkonflik," ucapnya.

Untuk itu, Boyamin berharap permohonannya Surakarta sebagai daerah istimewa dikabulkan oleh MK.

Dia menjelaskan bahwa permintaan sebagai daerah istemewa Surakarta tidak seperti Keistimewaan Daerah Yogyakarta.

"Tidak seperti Yogyakarta bahwa raja harus jadi gubernur, tetapi hanya meminta Keraton Surakarta merupakan bagian dari pemerintahan," katanya.

Dengan memasukan Keraton sebagai bagian dari pemerintah, maka negara bisa mengkontrol dan paling tidak jika terjadi konflik pemerintah langsung bisa mengambil alih.

Boyamin juga mengatakan bahwa keistimewaan yang diajukan juga tidak harus menjadi gubernur, cukup kota atau kabupaten saja.

"Dan kepala daerahnya juga dilakukan secara pemilu, bukan raja yang harus menjabatnya," jelasnya.

Dalam pemberitaan sebelumnya, Lembaga Hukum Keraton Surakarta dan abdi dalem Keraton Surakarta telah menguji Undang-Undang No. 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah ke Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memperjuangkan status keistimewaan Surakarta.

Para pemohon yang terdiri dari Boyamin Saiman, Arif Sahudi, Untung Widayadi, Solikin, Karuniawan Saputro, Sigit Nugroho menguji konstitusionalitas Bagian Memutuskan angka I dan Pasal 1 UU Pembentukan Provinsi Jawa Tengah, yang memasukkan Surakarta bagian dari Jawa Tengah.

Para pemohon merasa mengalami kerugian konstitusional yang dialaminya adalah ketidakjelasan status hukum Daerah Istimewa Surakarta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konflik negara solo keraton
Editor : Ismail Fahmi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top