Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Yakuza Jepang Incar Pasar Keuangan Indonesia, Ini Caranya

Bisnis.com, MAKASSAR--Menurut Richard Susilo, mantan wartawan yang 20 tahun karir jurnalistiknya dihabiskan di Jepang, anggota yakuza di Jepang kini mengincar Indonesia untuk pencucian uang hasil kejahatan.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 29 Juli 2013  |  02:09 WIB
Yakuza Jepang Incar Pasar Keuangan Indonesia, Ini Caranya

Bisnis.com, MAKASSAR--Menurut Richard Susilo, mantan wartawan yang 20 tahun karir jurnalistiknya dihabiskan di Jepang, anggota yakuza di Jepang kini mengincar Indonesia untuk pencucian uang hasil kejahatan.

Indonesia menarik perhatian mereka karena perekonomian negara ini sedang tumbuh, sementara ekonomi Jepang sendiri lesu dan ada pengetatan undang-undang Anti-Yakuza.

Disebutkan bahwa laporan majalah mingguan Jepang Asahi Geino menyatakan pada  2013 akan ada banyak yakuza yang merambah ke luar negeri, termasuk Indonesia. Sebab, peluang bisnis hitam di negerinya sendiri sudah semakin terbatas.

Hal itu ditulis mantan jurnalis Prioritas dan Bisnis Indonesia Richard Susilo dalam bukunyaYakuza Indonesia. Ketekunannya pada isu yakuza selama puluhan tahun membuatnya mengendus kegiatan mafia Jepang itu di Indonesia.

Modusnya, uang yang sumbernya tidak jelas (bisa berasal dari pemerasan, uang pembunuhan, uang judi,dan sebagainya) dibawa ke Indonesia secara tunai.

"Bawa uang tunai ini biasanya tidak terdeteksi. Transfer bank Jepang ke Indonesia, satu hal yang pasti tidak akan dilakukan karena sangat mudah terdeteksi," tulis Richard dalam buku Yakuza Indonesia yang terbit Juni 2013.

Setelah dana haram itu dirupiahkan, kemudian dimasukkan ke bank di Indonesia dan mendapat bunga yang tinggi, sembil mencari investasi lain yang memberikan imbal hasil besar. Deposito, pasar uang, dan pasar modal adalah incaran mereka.

Dana hasil transaksi itu menjadi bersih, tidak akan dicurigai lagi sebagai hasil kejahatan. Alhasil, ketika dibawa kembali ke Jepang maka tidak jadi masalah karena sumbernya "bersih."

Richard menjelaskan bahwa aktivitas yakuza di Indonesia juga membutuhkan beking agar aman dan tenang dalam menjalankan aktivitasnya. Mitranya bisa siapa saja asalkan bisa menguntungkan sang mafia.

Mereka bahkan akan meminta ahli dari konsultan finansial Indonesia agar tidak merugi dan tidak terdeteksi, serta tidak melanggar hukum Indonesia.

Menurut Richard, dampak yang ditimbulkan kegiatan yakuza di Indonesia bisa sangat menganggu aktivitas pasar finansial.

"Bayangkan satu hal saja, pasar modal Jakarta mendadak indeksnya mencuat tinggi, panas transaksi, tetapi juga kemudian mendadak uang hilang dari peredaran di pasar, karena permainan yakuza tersebut," tulisnya di halaman 277.

Fluktuasi naik-turun ekonomi dan finansial Indonesia, tulis Richard, akan mengacaukan perekonomian Indonesia secara makro.

Richard menjelaskan bahwa yakuza adalah sindikat kejahatan tradisional Jepang yang melakukan berbagai aksi atau kegiatan dengan cara dan hukum mereka sendiri.

Untuk melindungi dirinya, mereka berupaya mengikuti semua peraturan resmi yang ada, sepanjang tidak terbukti dan tidak terbongkar otoritas pemerintah.

"Anggota yakuza sendiri mengatakan, yakuza adalah semacam CO2, gas buangan dari mobil. Tetapi, CO2 pun pasti ada manfaatnya dan kalau mengusik CO2, kita pun bisa meninggal dunia," jelas Richard.

Richard sendiri sudah cukup lama tinggal di Negeri Sakura. Dia aktif dalam berbagai kegiatan dan organisasi seperti jurnalisme dan menjadi Kordinator Forum Ekonomi Jepang- Indonesia, serta Direktur Japan Spa Association (JSPA).

Dia juga pernah menjadi penyiar di radio di stasiun berita terkenal di Jepang, NHK, pada 1997--2003.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang pencucian uang yakuza richard susilo
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top