Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penyaluran BLSM: 14.218 Kartu Harus Dikembalikan di Sulsel

Bisnis.com, MAKASSAR--PT Pos Indonesia menyebutkan terdapat 14.218 kartu perlindungan sosial (KPS) di Sulawesi Selatan yang harus dikembalikan dengan berbagai alasan.
M. Taufikul Basari
M. Taufikul Basari - Bisnis.com 24 Juli 2013  |  16:10 WIB
Penyaluran BLSM: 14.218 Kartu Harus Dikembalikan di Sulsel
Bagikan

Bisnis.com, MAKASSAR--PT Pos Indonesia menyebutkan terdapat 14.218 kartu perlindungan sosial (KPS) di Sulawesi Selatan yang harus dikembalikan dengan berbagai alasan.

"Ada beberapa KPS yang harus diretur atau dikembalikan, karena beerapa alasan seperti meninggal atau menolak untuk menerima," kata Kepala Area Ritel dan Properti Pos Indonesia Sulawesi Prihadi.

Hingga Rabu (24/7/2013), Pos Indonesia telah menyalurkan dana bantuan BLSM untuk 400.287 rumah tangga miskin di Sulsel, dengan besaran mencapai Rp120,08 miliar.

Masih terdapat 84.330 KPS atau Rp25,299 miliar yang belum dicairkan, termasuk 14.218 kartu yang harus di-return.

Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang mengatakan penggunaan data yang diambil pada 2011 membuat penyaluran bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) kadang kurang tepat.

"Angka kemiskinan di Sulsel sendiri turun, dari sekitar 10% menjadi 9,54% saat ini," katanya. Data Badan Pusat Statistik menunjukkan jumlah orang miskin Sulsel 787.670.

Terkait penyaluran ulang KPS yang harus dikembalikan, dia berjanji akan meninjau ulang datanya agar tidak dana tersalurkan tepat sasaran.  (ra)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

makassar blsm
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top