Presiden Baru Iran Diminta Perbaiki Hubungan Dengan Barat

BISNIS.COM, WASHINGTON—Amerika Serikat mengharapkan Presiden terpilih Iran Hassan Rohani, bisa memberikan beberapa kebebasan untuk perbaikan diplomatik dengan Barat dan meningkatkan kebebasan sosial setelah 8 tahun di bawah pemerintahan konservatif
Winda Rahmawati | 16 Juni 2013 11:21 WIB

BISNIS.COM, WASHINGTON—Amerika Serikat mengharapkan Presiden terpilih Iran Hassan Rohani, bisa memberikan beberapa kebebasan untuk perbaikan diplomatik dengan Barat dan meningkatkan kebebasan sosial setelah 8 tahun di bawah pemerintahan konservatif Presiden Mahmoud Ahmadinejad.

"Harapan kami adalah bahwa pemerintah Iran akan memperhatikan kemauan rakyat Iran dan membuat pilihan bertanggung jawab demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua rakyat Iran," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, Minggu (16/62013).

Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan bahwa Rohani acapkali berjanji dalam kampanyenya untuk memulihkan dan memperluas kebebasan bagi seluruh rakyat di negeri Para Mullah itu.

"Dalam beberapa bulan ke depan, dia memiliki kesempatan untuk menepati janjinya bagi rakyat Iran," tambah Kerry dalam pernyataannya.

Di samping itu, Gedung Putih mengatakan Amerika Serikat tetap siap untuk terlibat dalam dalam pemerintahan Iran secara langsung demi mencapai solusi diplomatik untuk menangani kekhawatiran dari masyarakat internasional atas program nuklirnya.

Namun, seorang analis Timur Tengah mengatakan Washington sangat menyadari hambatan dalam negeri dalam kekuasaan Rohani.

Dalam hasil pemilu yang diumumkan pada Sabtu (15/6), Rohani mencetak kemenangan telak yang mengejutkan di atas kelompok garis keras konservatif.

"Tidak akan ada kemajuan cepat, tapi dari sudut pandang isu-isu yang AS pedulikan, ini benar-benar hasil yang terbaik," kata Suzanne Maloney, seorang ahli Iran dalam Brooking Institution Saban Center for Middle East Policy.

Presiden Iran menjalankan ekonomi dan memiliki pengaruh penting setiap harinya dalam pengambilan keputusan. Kendati demikian, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei lah yang menetapkan keputusan akhir dalam isu-isu utama termasuk masalah keamanan dan program nuklir Iran.

Washington dan sekutunya Barat menuduh Teheran sedang mengejar senjata nuklir dan sudah mengenakan sanksi terhadap Iran. Akibatnya, ekonomi Iran hancur, inflasi meningkat, dan jumlah pengangguran meningkat. Namun, Teheran berulangkali menegaskan program nuklirnya itu untuk tujuan damai dan sebagai pembangkit tenaga listrik.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
as, iran, barat, pemilu iran

Sumber : reuters
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top