Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ATURAN PELAYARAN: Kapal Penumpang Lewat Kapasitas Dirazia Adpel Ternate

BISNIS.COM, TERNATE--Administrator Pelabuhan Ternate memerketat pengawasan kapal penumpang dengan melakukan razia guna menekan ancaman keselamatan pelayaran dari pelabuhan tersebut.Adpel Pelabuhan Ternate, Maluku Utara, melarang kapal mengakut penumpang
Yoseph Pencawan
Yoseph Pencawan - Bisnis.com 14 Mei 2013  |  08:58 WIB
ATURAN PELAYARAN: Kapal Penumpang Lewat Kapasitas Dirazia Adpel Ternate
Bagikan

BISNIS.COM, TERNATE--Administrator Pelabuhan Ternate memerketat pengawasan kapal penumpang dengan melakukan razia guna menekan ancaman keselamatan pelayaran dari pelabuhan tersebut.

Adpel Pelabuhan Ternate, Maluku Utara, melarang kapal mengakut penumpang dengan jumlah yang melebihi kapasitas untuk mengantisipasi kecelakaan di perairan setempat.

"Kami terus mengintensifkan pengawasan semua kapal dari dan ke Ternate yang membawa penumpang melebihi kapasitas, karena dikhawatirkan terjadi kecelakaan," kata Kepala Seksi Keselamatan Pelayaran Adpel Ternate Rusihan di Ternate, Selasa (14/5/2013).

Saat ini, Pelabuhan Ahmad Yani Ternate menjadi pelabuhan transit sejumlah armada pelayaran ke wilayah Namlea dan Taliabu, dengan penumpang terkadang di atas kapasitas angkutan.

Pihaknya harus melakukan razia terhadap kapal yang membawa penumpang dengan jumlah melebihi kapasitas, menyusul banyaknya penambang dari Sulawesi Utara dan Halmahera yang akan ke Pulau Namlea.

Ia mencontohkan tentang K.M. Theodora yang hendak berlayar dari Ternate menuju Namlea, Selasa, yang terpaksa dihentikan pelayarannya karena jumlah penumpang melebihi kapasitas kapal itu.

"Kapal Theodora yang semestinya berangkat malam tadi, terpaksa ditunda karena tidak memenuhi standar pelayaran dengan sengaja memuat penumpang melebihi kapasitas," katanya.

Akibat larangan itu, katanya, puluhan penumpang yang tak memiliki tiket tak bisa diikutkan berlayar oleh adpel setempat.

Kapal tersebut berkapasitas penumpang maksimal 600 orang. Akan tetapi, tiket yang dijual di atas 600 penumpang sehingga petugas adpel setempat harus melakukan penertiban.

Ia menjelaskan setelah pengecekan di lapangan, petugas langsung menertibkan dengan cara memanggil satu persatu penumpang hingga mencapai target kapasitas maksimal.

"Kami tidak main-main dengan langkah yang dilakukan oleh pemilik kapal yang sengaja memuat penumpang melebihi kapasitas," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Sumber : Antara

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top