Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PIMPINAN HAMAS: Khaled Meshaal kembali terpilih pimpin kelompok pejuang Palestina

BISNIS.COM, KAIRO—Dewan Shura HAMAS, badan tertinggi pembuat keputusan kelompok pejuang Palestina pada Senin malam (1/4) memutuskan untuk memilih kembali Khaled Meshaal sebagai pemimpin.
R Fitriana
R Fitriana - Bisnis.com 02 April 2013  |  10:42 WIB
PIMPINAN HAMAS: Khaled Meshaal kembali terpilih pimpin kelompok pejuang Palestina
Bagikan

BISNIS.COM, KAIRO—Dewan Shura HAMAS, badan tertinggi pembuat keputusan kelompok pejuang Palestina pada Senin malam (1/4) memutuskan untuk memilih kembali Khaled Meshaal sebagai pemimpin.

Kantor berita resmi Mesir, MENA menyatakan proses pemilihan pimpinan HAMAS dilakukan secara rahasia.

Pemilihan diselenggarakan di kalangan orang yang tinggal di wilayah Palestina, lalu di kalangan anggota dan pendukung HAMAS di penjara Israel dan anggota kelompok itu di pengasingan.

Selama pertemuan pada Senin kemarin, Meshaal dipilih sebagai pemimpin politbiro HAMAS secara aklamasi untuk masa jabatan baru.

Meshaal (56 tahun) memimpin biro politik HAMAS sejak 1996 dan tahun lalu, dia mengumumkan tidak akan mencalonkan diri untuk masa jabatan baru.

Namun, sebelumnya beberapa sumber mengatakan kepada Xinhua bahwa Qatar, Mesir dan Turki memohon kepada Meshaal agar tetap memangku jabatan dan mengatakan bukan waktunya buat dia untuk mundur.

Anggota Dewan Shura, termasuk mereka yang berasal dari Jalur Gaza juga dilaporkan telah mendorong Meshaal agar menarik keinginannya untuk mundur.

“Keputusan itu muncul dari saran Mesir dan Qatar, kendati ada peraturan internal politbiro HAMAS. Berdasarkan peraturan itu, tidak seorang pun dapat memangku jabatan lebih dari dua kali masa jabatan secara bertutur-turut,” ujar Abdel Qadder Yasseen, ahli politik Palestina yang berpusat di Kairo seperti dikutip Antara, Selasa (2/4).

Sementara itu, Ahmed Youssef, seorang pembantu Perdana Menteri HAMAS Ismail Haneya, mengatakan Meshaal memiliki posisi berbeda di dalam gerakan itu dan mendapat penghormatan dari banyak negara, terutama Turki dan Mesir. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

politik palestina hamas mesir pimpinan khaled pejuang mena

Sumber : Newswire

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top