MENPORA MUNDUR: Inilah Kilas Balik Karir Politik Andi Mallarangeng

JAKARTA-Jalan Andi Mallarangeng mencapai puncak karir di panggung politik hingga menjadi orang penting di lingkaran dalam pusat kekuasaan di negeri ini terbilang cukup berliku, naik dan turun.
MENPORA MUNDUR: Inilah Kilas Balik Karir Politik Andi Mallarangeng David Eka Issetiabudi | 07 Desember 2012 13:16 WIB

JAKARTA-Jalan Andi Mallarangeng mencapai puncak karir di panggung politik hingga menjadi orang penting di lingkaran dalam pusat kekuasaan di negeri ini terbilang cukup berliku, naik dan turun.

Pria Makassar kelahiran 14 Maret 1963 ini awalnya dikenal sebagai pengamat politik yang tergolong paling laris di kalangan media massa di awal era reformasi bergulir di negeri ini. Pada tahun 1998-1999, bersama Prof Dr.Ryaas Rasyid yang kala itu rektornya di Institut Ilmu Pemerintahan (IIP), ia diminta bergabung dalam Tim Tujuh dengan tugas utama merumuskan paket undang-undang politik sebagai pijakan pemilu demokratis pertama di masa reformasi. Tim itu juga merumuskan UU Pemerintah Daerah yang baru.

Di kala itu juga, alumnus Fisipol UGM peraih PhD bidang ilmu politik dari Northern Illinois University Illinois AS (1997) itu, menemukan momentum baru untuk memulai terjun ke dunia politik praktis sebagai anggota Komisi Pemilu Umum (KPU).

Tidak lama setelah itu, dia mengundurkan diri dan menjadi staf ahli Menteri Negara Otonomi Daerah mendampingi sang mentor Ryaas Rasyid. Tetapi nasib kurang beruntung menimpanya karena kementerian itu dibubarkan dalam usia hanya 10 bulan.

Pada 2002, bersama Ryaas Rasyid dia ikut mendirikan Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK), kemudian keluar dari partai itu dua tahun kemudian, bergabung di jajaran lingkaran dalam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai juru bicara kepresidenan.

Di tengah panasnya kampanye pemilihan presiden 2009, Mallarangeng melemparkan pernyataan kontroversial yang ditujukan kepada calon presiden dari Partai Golkar, Jusuf Kalla (JK) dengan menyatakan bahwa orang Sulawesi Selatan belum siap jadi presiden. Akibat pernyataan itu, suara SBY menurun drastis saat pilpres 2009.

Kini karir politik peraih sejumlah penghargaan a.l. Man of The Year, Future Leader of Asia, Bintang Jasa Utama, Pency Buchman Prize ini kembali tenggelam setelah ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus Hambalang.

Pagi ini (7/12), istri dari Vitri Cahyaningsih dan ayah dari tiga anak – Gemilang Mallarangeng, Gemintang Kejora Mallarangeng dan Mentari Bunga Rantiga Mallarangeng – ini telah menyatakan mundur dari panggung politik di negeri ini, untuk selanjutnya menghadapi proses hukum oleh KPK.Akahkah karir politiknya kembali bersinar? Entahlah...(Berbagai sumber/wikipedia) 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : David Eka Issetiabudi

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top