PASAR OTOMOTIF bakal terdistorsi

JAKARTA: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan target pertumbuhan positif sektor otomotif yang dirancang pada awal 2012 terancam berantakan akibat dua kebijakan pemerintah yang dapat memicu distorsi pasar.Kedua kebijakan
Heri Faisal | 24 April 2012 19:27 WIB

JAKARTA: Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyatakan target pertumbuhan positif sektor otomotif yang dirancang pada awal 2012 terancam berantakan akibat dua kebijakan pemerintah yang dapat memicu distorsi pasar.Kedua kebijakan yang dianggap dapat menggerus penjualan mobil dan motor tersebut adalah pembatasan BBM bersubsidi yang rencananya digulirkan pada Mei dan peningkatan uang muka minimum menjadi 30% pada 15 Juni 2012."Kalau kedua kebijakan itu diterapkan, suka tidak suka, penjualan mobil pada tahun ini akan menurun drastis. Kalau tidak ada kedua kebijakan itu, pasar mobil padahal masih bisa menyentuh 1 juta unit pada akhir tahun ini," kata Ketua III Gaikindo Johnny Darmawan hari ini, Selasa, 24 April 2012.Jika kedua kebijakan tersebut benar-benar direalisasikan pemerintah, lanjutnya, target penjualan 1 juta unit akan mundur hingga beberapa tahun mendatang sampai kondisi pasar otomotif menemukan titik keseimbangan baru.Berdasarkan catatan Gaikindo, penjualan mobil di pasar domestik pada tahun lalu mencapai 894.180 unit, melonjak 17% dibandingkan dengan realisasi pada 2010 sebesar 764.710 unit.Pada tahun ini, penjualan ditargetkan tumbuh minimum 5,6% menjadi 945.000 unit. Namun, dengan performa pencapaian pada kuartal I/2012 sebesar 250.533 unit, pebisnis justru kian optimistis penjualan pada tahun ini bisa mencapai 1 juta unit."Sayangnya, kedua kebijakan yang akan ditetapkan pada 2012 tersebut akan menghalangi pencapaian penjualan 1 juta unit. ATPM [agen tunggal pemegang merek] terpaksa harus menunggu waktu hingga beberapa tahun lalu agar pasar mobil bisa meraih target tersebut," ujarnya. (tw) 

Tag :
Editor : Nadya Kurnia

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top