PERTUKARAN PELAJAR: RI dan AS sepakat ditingkatkan

 
News Editor | 18 April 2012 17:46 WIB

 

 

 

JAKARTA: Indonesia dan Amerika Serikat berupaya meningkatkan pertukaran pelajar hingga 100% dalam empat tahun mendatang, menyusul kesepakatan beberapa kerjasama antar universitas di kedua negara.

 

Data Dewan Kerjasama Indonesia-AS untuk Kemitraan Pendidikan Tinggi (Indonesia-US Joint Council on Higher Education Partnership) menyebutkan jumlah pertukaran pelajar antara kedua negara saat ini hanya sekitar 7.000 orang.

 

Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Djoko Santoso menyebutkan Indonesia pada tahun ini akan mengirim 98 mahasiswa S2 dan S3 ke AS melalui program beasiswa yang didanai APBN.

 

Sebagian besar mahasiswa Indonesia akan mengambil sains, teknologi dan matematika di AS, sedangkan Negeri Paman Sam itu berencana mengirim 215 mahasiswa pada tahun depan untuk belajar soal bahasa, budaya dan seni di Indonesia.

 

“Kami juga sudah punya skemanya, sehingga memungkinkan untuk saling bertukar pelajar dan melakukan penelitian bersama. Kami berharap jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Amerika dan sebaliknya meningkat dua kali lipat dalam empat tahun mendatang,” katanya seusai penandatanganan kerjasama pendidikan antara Universitas Bina Nusantara dan University of Hawai, hari ini.

 

Hingga kini ada 13 universitas di AS dan 16 perguruan tinggi di Indonesia yang tengah menjajaki peluang kerjasama untuk saling bertukar pelajar, berbagi keahlian, sumber daya manusia dan inisiatif penelitian bersama.

 

Kerjasama yang telah disepakati pekan ini, antara lain keputusan University of Hawai di Manoa untuk memberikan bantuan kepada mahasiswa Indonesia yang ingin menempuh studi S2 dan S3 di Hawai.

 

Portland State University di Oregon juga tengah merencanakan program beasiswa terbuka bagi mahasiswa dari universitas mitra di Indonesia.

 

Direktur Eksekutif-AS, US-Indonesia Joint Council on Higher Education Partnership Bernie Burrola mengatakan kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Bersama yang ditandatangani Presiden AS Barack Obama dan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada 2010, mengenai kerjasama komprehensif, termasuk di bidang pendidikan.

 

US-Indonesia Joint Council on Higher Education Partnership kemudian dibentuk pada November 2010 untuk meningkatkan kerjasama di sektor pendidikan antarkedua negara.

 

“Dewan Kerjasama ini membantu kerjasama universitas di Indonesia dan AS di bidang STEM (science, technology, engineering dan mathematics) pada 2012. Kami akan bekerjasama dengan pejabat pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan dari sektor pendidikan AS,” jelasnya.

 

Pekan ini pula, Dewan Kerjasama akan mengoordinasikan pertemuan perwakilan dari 13 universitas di AS dengan 16 perguruan tinggi di Indonesia.

 

Direktur Eksekutif-Indonesia US-Indonesia Council on Higher Education Partnership Nizam menuturkan kerjasama ini juga bertujuan meningkatkan kembali jumlah mahasiswa AS yang belajar di Indonesia dan sebaliknya.

 

“Dulu, sekitar tahun 1980-1990, banyak pelajar AS yang ke Indonesia. Banyak juga pelajar kita yang ke AS. Puncaknya, jumlah pertukaran pelajar kita pernah mencapai 14.000 mahasiswa. Tapi, jumlah itu semakin berkurang sejak peristiwa 9/11. Sekarang tinggal separuhnya,” ungkapnya.

 

Menurutnya, di luar kerjasama yang difasilitasi Joint Council, selama ini telah ada pertukaran pelajar antara Indonesia dan AS. US-Indonesia Society (Usindo) misalnya, setiap tahun mengirim 20-40 mahasiswa AS ke Indonesia.

 

Universitas Gadjah Mada (UGM) juga selama ini menerima mahasiswa AS untuk belajar budaya Indonesia selama satu semester.(msb)

 

 

 

 

Sumber : Sri Mas Sari

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top