PRODUKSI PADI di Kabupaten Malang diyakini naik 3%

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 17 April 2012  |  17:03 WIB

 

MALANG: Kenaikan produksi padi di Kabupaten Malang pada 2012 diprediksikan naik 2,5%-3% bila dibandingkan 2011.
 
Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Kabupaten Malang M. Nasri Abdul Wahid, mengatakan pada 2011 daerah tersebut mengalami surplus antara 64.000-65.000 ton.
 
“Pada 2012, kami prediksikan surplusnya naik 2,5%-3%, dengan asumsi tingkat konsumsi penduduk Kab. Malang terhadap beras tidak naik,” katanya hari ini.
 
Produksi padi sebesar itu, dia akui, masih lebih kecil dari target yang nasional yang mencapai 6%-7%. Padahal aparat penyuluh sudah bekerja keras untuk mencapai target tersebut.
 
Dari sisi ketersediaan pupuk, benih, maupun kesiapan irigasi, ucap dia, sebenarnya tidak masalah. Selama 2012 sampai dengan pertengahan April juga tidak dilaporkan adanya tanaman padi di sawah yang terkena serangan penyakit, seperti wereng.
 
Karena itulah, lanjut dia, tim dari Kementerian Pertanian akan turun ke lapangan untuk meneliti penyebab mengapa produksi padi di Kab. Malang tidak bisa digenjot hingga mencapai pertumbuhan 6%-7%.
 
Areal sawah di Kabupaten Malang sampai saat ini, ucap dia, seluas 43.000 hektare. Sedangkan areal tanam mencapai 2,5 kali dari areal sawah tersebut.
 
Terkait dengan program pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI)  dalam pembangunan sektor pertanian guna terwujudnya ketahanan pangan nasional,  melalui nota kesepahaman kerja sama  TNI dan Kementerian Pertanian, menurut dia, Pemkab Malang jelas sangat mendukungnya.
 
Secara rintisan, kata dia, sebenarnya TNI sudah mendukung penguatan ketahanan pangan lewat program pangan lestari. Tanah-tanah kosong di Koramil dimanfaatkan prajurit dengan tanaman pangan seperti sayuran dan lainnya.
 
Namun, dia akui, apa yang dilakukan aparat TNI masih bersifat rintisian dan parsial. Belum menyatu dengan program ketahanan pangan Pemkab Malang.
 
Dengan adanya kerja sama antara TNI dan Kementerian Pertanian dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional, menurut dia, maka pelaksanaannya di daerah bisa lebih terpadu, saling terkait dengan program pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.
 
Contoh program yang bisa dilaksanakan TNI dan Pemkab Malang terkait dengan pelaksanaan program tersebut, yakni rehabilitasi dan pembuatan saluran irigasi.
 
Program lain yang mungkin bisa dilakukan, mengintegrasikan program budi daya tanaman pangan di lahan-lahan milik TNI dengan program pemda. Contohnya penanganan aspek benih, pupuk, maupun irigasi.
 
Dengan begitu, maka produksi tanaman pangan–terutama padi-di Kabupaten Malang bisa meningkat tajam. Kab. Malang tidak saja mampu berswasembada di bidang pangan, namun menyumbang secara signifikan pangan untuk nasional, setidaknya di Jatim.
 
“Tapi kami tidak tahu bagaimana implementasi dari program tersebut. Yang jelas, kami senang dengan adanya program tersebut.”(sut)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Choirul Anam

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top