IZIN INVESTASI: Bupati Malang berjanji siap jemput bola

MALANG: Bupati Malang, Rendra Kresna, mengintruksikan kepada jajarannya untuk melakukan aksi jemput bola terkait memberi kemudahan terhadap perizinan investasi di Kabupaten Malang.Menurut Rendra Kresna, tidak ada alasan bagi jajarannya untuk mempersulit
News Editor
News Editor - Bisnis.com 15 April 2012  |  15:59 WIB

MALANG: Bupati Malang, Rendra Kresna, mengintruksikan kepada jajarannya untuk melakukan aksi jemput bola terkait memberi kemudahan terhadap perizinan investasi di Kabupaten Malang.Menurut Rendra Kresna, tidak ada alasan bagi jajarannya untuk mempersulit proses perizinan yang diajukan investor. Bahkan, sebagai wujud keseriusan Pemkab Malang terkait hal itu, seluruh pejabat setingkat pimpinan di lingkungan Pemkab Malang telah menandatangani pakta integritas untuk menunjukkan kinerja yang baik dan profesional dengan tidak melakukan kegiatan yang bersifat korupsi, kolusi, dan nepotisme.“Pemkab Malang bertekad untuk memberikan kemudahan terhadap proses perizinan akan masuknya investasi di Kabupaten Malang. Bahkan kami akan jemput bola terhadap pengajuan izin investasi yang ada. Dan akan saya tindak tegas kalau ada pejabat yang mempersulit perizinan investasi di wilayah kami,” kata Rendra Kresna akhir pekan lalu.Pemkab Malang, ujar dia, mudahnya perizinan investasi tersebut juga merupakan langkah taktis terkait upaya untuk menggairahkan sektor investasi di Kabupaten Malang. Bahkan, ditegaskan Rendra, selama kelengkapan dokumentasi terpenuhi, pihaknya sudah mengintruksikan ke jajarannya untuk mempercepat proses perizinan tidak lebih dalam 14 hari.“Jangan sampai masalah lambatnya perizinan akan menghambat proses investasi di Kabupaten Malang.”Pihaknya juga tidak ingin ada proses perizinan yang sengaja diperlambat. Kalau segala hal yang tekait dengan persyaratan teknis tidak ada masalah alias lengkap, maka pihaknya mematok target perizinan cukup dalam waktu 14 hari.“Harapannya upaya menuju good and clean governance di Pemkab Malang bisa cepat terwujud..”Kalau proses perizinan bisa dipercepat, lanjut dia, kenapa harus diperlambat. Atau sebaliknya. Bupati juga menegaskan siap menampung laporan dari masyarakat jika ada laporan mengenai masalah tersebut (perizinan yang diperlambat). Tidak tanggung-tanggung pihaknya akan siap menonjob-kan pejabat yang terbukti memperlambat proses perizinan.Pada dasarnya, kata Bupati, Pemkab Malang ingin menjadi ikon di bidang birokrasi perizinan yang memudahkan investor masuk. Mengingat pemkab menyadari besarnya potensi yang dimiliki wilayahnya. Dan untuk memajukan wilayah tersebut pemkab membutuhkan kehadiran investor.Data Badan Penanaman Modal Kabupaten Malang menyebutkan selama kurun waktu 2006 sampai 2011 tercatat ada sekitar 19 pemodal asing telah menanamkan modalnya di wilayah Kabupaten Malang. Sedangkan pemodal dalam negeri sebanyak 21 perusahaan. Nilai investasi pemodal asing tersebut mencapai Rp3 triliun.Sedangkan pemodal dalam negeri sebesar Rp3,4 triliun. Dari jumlah investasi tersebut telah mampu menyerap tenaga kerja sebesar 26,5% para pencari kerja di Kabupaten Malang.“Tidak hanya dalam hal investasi, layanan terhadap masyarakat juga terus kita galakkan. Bahkan secara khusus saya dan jajaran melakukan program rutin sambang desa dengan tinggal sementara waktu di desa sembari memberikan layanan umum (administrasi) kepada masyarakat secara langsung dan bebas biaya,” jelasnya. (faa)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Muhammad Sofi'i

Editor : Dara Aziliya

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top