BULOG SURAKARTA rangkul penebas & penggiling kecil

 
Wisnu Wijaya | 11 April 2012 20:31 WIB

 

SURAKARTA: Manajemen Subdivisi Regional Surakarta Perum Bulog  menjalin kerjasama dengan penebas dan penggilingan kecil untuk meningkatkan serapan gabah dari petani. 
 
Santoso, Kepala Gudang Bulog Mojolaban, Karanganyar, Jawa Tengah, mengatakan serapan beras dari petani tahun ini lebih bagus, dari segi kualitas dan kuantitas dibanding 2011.  
 
"Tahun kemarin tidak sampai 100 ton per hari, sedangkan Maret-April tahun ini pernah maksimal 160 ton dalam sehari," ujarnya. 
 
Alasannya, kata dia, panen mungkin lebih bagus dari tahun lalu, yang terganggu cuaca ekstrem dan serangan hama wereng di daerah Karanganyar. "Awal-awal tahun memang sempat terganggu banjir, tapi tidak banyak berpengaruh," katanya. 
 
Di gudang Bulog Mojolaban yang berkapasita 5.500 ton, saat ini terisi 3.500 ton beras atau hanya 36% dan masih terus proses pengadaan. Sebagian besar beras ditujukan untuk penyaluran program raskin kabupaten Karanganyar dengan 17  kecamatan. 
 
Tri Fajaryanto Kepala Sub Divisi Regional Surakarta menyebutkan gudang Bulog ini memiliki 8 mitra dan satu unit pengolahan gabah dan beras (UPGB). "Serapan pasar kuat, kita bersaing dengan pasar," katanya kepada wartawan.  
 
Guna membantu penyerapan gabah dari petani, katanya, Bulog melakukan pendekatan ke penebas dan penggilingan kecil yang tersebar di wilayahnya. 
 
Hal itu dilakukan karena belajar dari pengalaman bahwa petani lebih suka menjual padi ke penebas sebelum panen. "Petani lebih senang dapat uang tunai segera. Penebas sudah punya jaringan dengan penggilingan terdekat yang tidak berhubungan dengan Bulog," katanya. 
 
Gudang Bulog Mojolaban, dengan satu unit UPGB, kini menjalin kerjasama dengan 6 penebas, selain pembelian lengsung dari petani. Terdapat 25 penebas untuk Subdivre Surakarta yang dipilih atas dasar potensi dan perilaku.  (sut)

Tag :
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top