BADAN NARKOTIKA : BNN bantu pemda bangun rumah sakit

 
News Editor | 09 April 2012 17:49 WIB

 

 

MALANG: Badan Narkotika Nasional (BNN) membantu pemerintah daerah dalam membangun rumah sakit untuk merehabitasi narkoba karena jumlah penderitanya meningkat terus, namun yang direhabilitasi masih sedikit.
 
 
Sekretaris Utama BNN Pusat Bambang Abimanyu, mengatakan BNN akan membantu pendanaan pembangunan rumah sakit sekaligus peralatannya, sedangkan daerah menyediakan lahannya.
 
 
“Sekarang ini pecandu narkoba mencapai 3,8 juta jiwa, atau 2,2% dari prevalensi penduduk. Dari jumlah itu, baru 18.000 yangh ikut rehabilitasi,” kata Bambang Abimanyu di sela-sela peresmian BNN Kota Malang, Senin, 9 April 2012.
 
 
Di sisi lain lain, ada kebijakan dari Kementerian Hukum dan HAM dan ketentuan dari Mahkamah Agung bahwa terpidana yang pecandu narkoba harus direhabilitasi.
 
 
Dia juga mengingatkan pengguna narkoba terus meluas. Kalangan eksekutif ada kecenderungan banyak yang kecanduan pemakaian narkoba, termasuk pula aparat keamanan.
 
 
Karena itulah, dia minta agar pimpinan di setiap instansi maupun perusahaan agar kontinyu menggelar tes urin terhadap pegawai. Dengan begitu, maka perluasan pemakaian narkoba bisa dicegah.
 
 
Bagaiamana pun juga, persoalan narkoba merupakan ancaman terhadap eksistensi bangsa karena itulah harus menjadi perhatian semua pihak.
 
 
Perang terhadap narkoba terus digalakkan. Pendirian kantor BNN di daerah juga terus digalakkan. Saat ini, 33 provinsi telah berdiri 10 kantor BNN  dan dari 75 kota/kabupaten berdiri 33 kantor BNN kota/kabupaten.
 
 
Dia juga menegaskan razia di lapas sehubungan adanya  dugaan adanya peredaran narkoba di tempat tersebut akan kembali digalakkan. Pertimbangannya karena dugaan peredaran narkoba banyak terjadi di sana.
 
 
Walikota Malang Peni Suparto, menegaskan Pemkot Malang akan segera membangun rumah sakit umum daerah (RSUD). Rumah sakit nantinya dibangun klinik untuk merehabilitasi pecandu narkoba.
 
 
Kepala Pelaksana Harian BNN Kota Malang AKPB Bambang Anjar, menegaskan pecandu narkoba di Kota Malang berumur antara 25-40 tahun dan ditempat indekos. Dengan demikian kebanyakan terdiri kalangan professional muda.(msb)
 
 

Sumber : choirul anam

Tag :
Editor : Novita Sari Simamora

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top