SERBA-SERBI: Ular biang kerok kepanikan pilot

MELBOURNE: Seorang pilot Australia dibuat kaget setengah mati ketika ular merayap dari dashboard pesawat yang sedang ia terbangkan, sehingga memaksa dia melakukan pendaratan darurat, kata beberapa pejabat penerbangan.Braden Blennerhassett menerbangkan
News Editor
News Editor - Bisnis.com 05 April 2012  |  22:27 WIB

MELBOURNE: Seorang pilot Australia dibuat kaget setengah mati ketika ular merayap dari dashboard pesawat yang sedang ia terbangkan, sehingga memaksa dia melakukan pendaratan darurat, kata beberapa pejabat penerbangan.Braden Blennerhassett menerbangkan pesawat barang untuk Air Frontier dari Darwin menuju kota terpencil Peppimenarti di Northern Territory pada Selasa, ketika hewan melata tersebut muncul di kokpit.Ia menyampaikan seruan darurat dan mendarat dengan selamat di Darwin."Denyut jantung dan tekanan darah saya agak naik --itu adalah pengalaman yang menarik," Blennerhassett kepada Nine News."Saat pesawat mendarat, ular itu merayap menuruni kaki saya. Bikin takut saja!" kata Blennerhassett.Direktur Air Frontier Geoffrey Hunt mengatakan Blennerhassett menangani keadaan dengan sangat baik, mengingat Australia adalah tempat tinggal sebagian ular paling beracun di dunia."Ia mengatakan bahwa ada ular di dalam pesawat," kata Hunt kepada wartawan. Ditambahkannya, pilot tersebut mengalami masalah berkomunikasi dengan menara pengawas."Ular itu mengeluarkan kepalanya di dekat tombol transmisi yang perlu ia tekan untuk berkomunikasi dengan menara," katanya.Blennerhassett dengan susah payah berhasil menerbangkan kembali pesawatnya ke pangkalan, tempat pawang ular disiapkan untuk membantu dia."Ada orang lain di sini, insinyur pesawat yang juga adalah pawang ular, dan ia mencari tapi tak bisa menemukan ular tersebut," kata Hunt. Ia menambahkan mereka sekarang berencana menggunakan tikus hidup di dalam kandang sebagai umpan.Sampai ular itu ditemukan, pesawat tersebut takkan diterbangkan. (Antara/AFP/arh)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswire

Editor : Annisa Lestari Ciptaningtyas

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top