HARGA BBM: Golkar lah pemenang yang sesungguhnya (2)

 
News Editor
News Editor - Bisnis.com 02 April 2012  |  00:02 WIB

 

MAIN CANTIK—bisa dalam konteks positif atau negatif—memang menjadi kata kunci dari manuver Partai Golkar dalam menyikapi hingar-bingar jagad perpolitikan nasional terkait dengan harga BBM.

 

Aburizal ‘Ical’ Bakrie, Ketua Umum Partai Golkar, pun dengan pede, mengklaim bahwa terpilihnya Opsi II dalam paripurna DPR adalah berkat ‘main cantik’-nya partainya.

 

Keputusan Opsi II memastikan harga BBM tidak naik 1 April namun memberikan ruang bagi pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

 

Dengan opsi itu, menurut Ical, tuntutan para pengunjuk rasa yang didominasi buruh dan mahasiswa yang menolak penaikan harga BBM terpenuhi meski untuk sementara.

 

Di sisi yang berbeda, ide Opsi II dari Golkar itu, membuat pemerintah dengan pendukung utamanya Partai Demokrat yang semula berkeras untuk menaikkan harga BBM tidak terlalu ‘kehilangan muka’ untuk sementara.

 

Meski begitu, ‘main cantik’ -nya Partai Golkar,  kemudian diikuti oleh parpol pendukung koalisi minus Partai Keadilan Sejahtera, oleh sebagian kalangan adalah bentuk penghianatan kepada tuntutan rakyat yang disuarakan oleh elemen ekstra parlementer.

 

‘Bom waktu’

 

Partai Golkar dinilai menyiapkan ‘bom waktu’ dengan usulan Opsi II itu. Harga minyak dunia berpotensi naik pada level yang melebih deviasi 15% dari ICP beberapa pekan mendatang.

 

Alasannya adalah konflik antara Iran dan Amerika Serikat plus sekutunya Israel malah memanas yang pasti berimbas kepada harga minyak dunia.

 

Tak heran apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan Menko bidang Perekonomian Hatta Rajasa yang juga Ketua Umum PAN menyebut pembahasan tentang harga BBM di DPR kental dengan kepentingan politis menyambut 2014.

 

Bom waktu itu bisa jadi berupa kelangkaan BBM pada bulan-bulan mendatang.

 

Menteri BUMN Dahlan Iskan sudah menyebut bahwa dengan subisidi yang harus dikeluarkan pemerintah seperti saat ini, BBM mungkin masih aman sampai dengan Agustus.

 

“Setelah itu, mulai September, BBM bersubsidi akan sulit didapat,” begitu keyakinan Dahlan seperti ditulis Antara.

 

Kalau ramalan itu benar terjadi, tentu yang bakal jadi sasaran tembak kemarahan rakyat lagi-lagi adalah pemerintah dan juga Partai Demokrat—sama seperti ketika ada rencana penaikan harga BBM.

 

Andai pula prediksi itu yang terjadi, tentulah hal tersebut menjadi sesuatu yang jelas menguntungkan Golkar untuk bersaing pada 2014 ketika bangsa ini menggelar pemilihan umum. (eries.adlin@bisnis.co.id)

 

BACA JUGA:

PENGUASA BANK DANAMON BERUBAH?

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Sutan Eries Adlin

Editor : Marissa Saraswati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top