Tragis! Infrastruktur monorel akhirnya untuk jalan busway

JAKARTA: Seluruh tiang pancang yang terlanjur dibangun di Jakarta sebagai penyangga monorel yang gagal dilanjutkan pembangunannya, tengah dipertimbangkan untuk jembatan layang busway Tranjakarta dengan menggunakan armada bus gandeng.Kepala Dinas Perhubungan
Sekretariat Redaksi
Sekretariat Redaksi - Bisnis.com 22 September 2011  |  17:34 WIB

JAKARTA: Seluruh tiang pancang yang terlanjur dibangun di Jakarta sebagai penyangga monorel yang gagal dilanjutkan pembangunannya, tengah dipertimbangkan untuk jembatan layang busway Tranjakarta dengan menggunakan armada bus gandeng.Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan tiang pancang yang ditinggalkan proyek monorail itu tidak dihancurkan, tetapi difungsikan sebagai jembatan layang khusus bus gandeng Transjakarta.“Untuk itu perlu pengkajian secara mendalam terkait kekuatan struktur tiang monorel, mungkin ada yang perlu ditambah kekuatan strukturnya karena semula dimensi 1.200 x 1.600 menjadi 1.600 x 200," katanya di Jakarta hari iniDia mengatakan di atas jembatan layang khusus busway yang kini sudah ada 160 tiang dan kolomnya untuk monorail koridor hijau itu nanti dapat dioperasikan sekitar 50 unit bus gandeng Transjakarta berkapasitas 180 penumpang per unit.Jika prosesnya lancar, lanjutnya, pembangunan jembatan layang khusus busway dapat dimulai tahun depan dan rampung pada 2014 dan armada dapat dioperasikan dengan sistem loop line atau jalan melingkar pada rute bekas monorail.Menurut Udar bebeda dengan jalaur busway yang sekarang beroperasi dengan sistem radial atau menyebar itu, maka busway layang jalurnya melingkar dengan 16 titik halte dan 12 titik diantaranya untuk transfer ke koridor lain.Adapun halte busway layang itu antara lain di kawasan Polda, SCBD, Bank Niaga, Bunderan Senayan, Gelora Bung Karno, Plaza Senayan, Palmerah, Pejompongan, Karet, Sudirman, Setiabudi Utara, Kuningan Madya, GOR Sumantri Casablanca, Kementerian Kesehatan, Kuningan Timur, dan Satria Mandala.(api)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Lingga Sukatma Wiangga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top