China klaim telah bantu Eropa atasi krisis

BEIJING: Pemerintah China mengklaim telah mengambil sejumlah langkah kongkret untuk membantu Uni Eropa dalam mengatasi krisis di kawasan tersebut.
Yanto Rachmat Iskandar
Yanto Rachmat Iskandar - Bisnis.com 21 Desember 2010  |  10:14 WIB

BEIJING: Pemerintah China mengklaim telah mengambil sejumlah langkah kongkret untuk membantu Uni Eropa dalam mengatasi krisis di kawasan tersebut.

Kami mendukung aturan-aturan IMF [Dana Moneter Internasional] dan telah menjalankan aksi konkret untuk membantu sejumlah anggota UE melawan krisis surat utang, tegas Wakil Perdana Menteri China Wang Qishan saat membuka forum EU-China High-Level Economic & Trade Dialogue, hari ini.

Forum itu merupakan ajang dialog bilateral antara China dan UE mengenai isu ekonomi dan perdagangan. Turut hadir dalam acara tersebut Competition Commissioner UE Joaquin Almunia, Trade Commissioner UE Karel De Gucht dan Menteri Perdagangan China Chen Deming.

Menurut Wang, sejumlah negara anggota UE telah mengambil langkah penting untuk merespons secara aktif terhadap krisis surat utang. Pemerintah China, kata dia, berharap langkah tersebut akan memberikan hasil dengan cepat dan menciptakan pemulihan yang stabil di ekonomi kawasan beranggotakan 27 negara itu.

Data Departemen Kepabeanan China mencatat UE sebagai mitra dagang terbesar. Bagi UE, China adalah pasar ekspor terbesar kedua dengan nilai neraca dagang yang meningkat 33,1% pada 11 bulan pertama 2010 dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year) menjadi US$433,88 miliar.

Mengacu data Kantor Statistik UE, defisit dagang UE dengan China melebar hingga US$161 miliar (122,2 miliar euro) pada 9 bulan pertama tahun ini dari 97,8 miliar euro (year-on-year). Ekspor UE ke China meningkat 39% pada periode tersebut, sedangkan impor naik 30%.

Dalam jumpa pers, Menteri Perdagangan Chen Deming mengemukakan ekonomi China menghadapi ketidakpastian pada 2011. Konsekuensinya, pemerintah memberikan perhatian besar pada situasi krisis surat utang pemerintah UE terutama pada kuartal I/2011, apakah nantinya bisa diatasi.

Para pembuat kebijakan di negara kami akan melihat apakah upaya pencegahan risiko [sistemik] menunjukkan perbaikan, dan apakah mereka mampu menterjemahkan konsensus menjadi praktek agar bisa keluar dari krisis sesegera mungkin, jelasnya.

Akibat krisis, Yunani dan Irlandia terpaksa meminta bail-out dari UE dan IMF. Moodys Investors Service pada pekan lalu menurunkan peringkat surat utang pemerintah Irlandia sebanyak 5 level dan memasukkan peringkat Yunani ke dalam status review sehingga peringkatnya berpeluang dipangkas. (dea/mrp)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Editor : Mursito

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top